This Author published in this journals
All Journal Agrita
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS USAHATANI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM L) (STUDI KASUS KELOMPOK TANI TARUNA JAYA GIRI MAJU DESA SINDANGLAYA KECAMATAN CIPANAS KABUPATEN CIANJUR) Hanisa Sismaya Lestari; Annisa Miranti; Asep Saepul Alam
JURNAL AGRITA Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian menjadi tulang punggung negara dalam menyediakan pangan dan bahan baku industri. Komoditi yang cukup tinggi di pasaran yang utama adalah komoditi sayuran. Salah satu komoditi sayur yang sering dicari oleh mayoritas masyarakat Indonesia diberbagai lapisan adalah cabai merah. Peningkatan hasil pertanian akan berdampak pada petani. Cabai memiliki nilai ekonomi yang signifikan dalam sektor pertanian dan perdagangan di Indonesia, yang tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut data terbaru pada tahun 2023, permintaan cabai di pasar domestik meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai total konsumsi dalam negeri sebanyak 2 juta ton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya produksi, pendapatan kotor dan pendapatan bersih dan tingkat kelayakan pendapatan usahatani cabai merah (Capsicum annuum L) di Kelompok Tani Taruna Jaya Giri Maju, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Analisis yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang menggunakan data primer dan sekunder. Untuk mencari pendapatan kotor, bersih dan biaya produksi menggunakan rumus perhitungan. Sementara, untuk kelayakan menggunakan R/C ratio, untuk mencari efisiensi didapat dari presentase dari faktor-faktor produksi. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan usahatani cabai merah di Kelompok tani Taruna Jaya Giri Maju didapatkan hasil bahwa biaya produksi sejumlah Rp. 11.244.719,54,-, dengan total pendapatan kotor (penerimaan) sebesar Rp. 63.333.333,33,- sehingga didapatkan pendapatan bersih cabai merah sebesar Rp. 59.088.613,80,- dan diperoleh efisiensi atau kelayakan usahatani (R/C) sebesar 5,6, sehingga dikatakan layak untuk diusahakan dan efisiensi faktor produksi ada pada faktor biaya tenaga kerja sebesar 2%.