Yermia Nugroho Agung Wibowo
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Trauma dan Pemulihan Emosi Tokoh dalam Unfinished Goodbye: Tinjauan Psikologi Sastra Humanistik Carl Rogers Nur Amalia Agustina; Yermia Nugroho Agung Wibowo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40432

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi trauma dan pemulihan emosi tokoh Ranu dalam buku Unfinished Goodbye karya Syahid Muhammad melalui pendekatan psikologi sastra humanistik Carl Rogers. Masalah penelitian terfokus pada dua hal yaitu bagaimana bentuk trauma tokoh direpresentasikan, dan bagaimana proses pemulihan emosinya berlangsung. Tujuannya adalah mendeskripsikan empat bentuk trauma fisik, psikologis, emosional, dan sekunder serta empat proses pemulihan Rogers yakni penerimaan tanpa syarat, empati pemahaman mendalam, konsistensi diri, dan aktualisasi diri. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra humanistik. Sumber datanya adalah buku Unfinished Goodbye karya Syahid Muhammad (2024). Data berupa kutipan kalimat, kata, frasa, dan dialog. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan teknik catat, yaitu mencatat bagian teks yang menunjukkan kondisi trauma dan proses pemulihan emosi. Penelitian menemukan dua aspek utama pada tokoh Ranu. Pertama, terdapat empat bentuk trauma fisik, psikologis, emosional, dan sekunder dengan trauma psikologis paling dominan. Kedua, proses pemulihan emosi berlangsung melalui tahap empat: penerimaan tanpa syarat, empati, konsistensi diri, dan aktualisasi diri berdasarkan teori Carl Rogers. Trauma psikologis lebih dominan dalam buku Unfinished Goodbye dengan pemulihan emosi tokoh Ranu melalui pendekatan humanistik Carl Rogers. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menampilkan representasi trauma lintas budaya, mengeksplorasi karya sastra lain, serta mengembangkan program pendidikan yang melibatkan orang tua dan guru dalam mendukung proses pemulihan emosi.
Representasi Gangguan Identitas Disosiatif Pada Tokoh Utama Serial Televisi ”Aku Tak Membenci Hujan”:Tinjauan Psikologi Sastra Amara Shofy Fadhilla; Yermia Nugroho Agung Wibowo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40472

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi gangguan identitas disosiatif (DID) pada tokoh utama dalam serial televisi “Aku Tak Membenci Hujan” serta faktor penyebab munculnya gangguan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini berupa dialog, adegan, ekpresi yang terjadi pada tokoh utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, catat, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model analisisis mengalir (Flow Model Analisis) yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dengan membandingkan hasil analisis peneliti dan hasil wawancara penonton. Dari hasil analisis ditemukan tiga identitas lainnya, lima gejala amnesia disosiatif, satu gejala depersonalisasi, dan satu fugu disosiatif. Selain itu, faktor penyebab munculnya gangguan identitas disosiatif adalah trauma masa kecil serta mendapatkan perlakuan tidak baik dari ibunya selama hidupnya. Seperti perlakuan tidak pernah dianggap, kurang kasih perhatian, kurang kasih sayang, serta diperlakukan tidak adil.