Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesalahan tata bahasa yang dihasilkan oleh pembelajar EFL Indonesia menggunakan kerangka Analisis Kesalahan (Error Analysis/EA) dan Analisis Kontrastif (Contrastive Analysis/CA). Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan dari teks bahasa Inggris tertulis pembelajar. Analisis mengikuti prosedur Analisis Kesalahan yang diusulkan oleh Corder (1975), sedangkan klasifikasi kesalahan didasarkan pada Taksonomi Strategi Permukaan yang dikembangkan oleh Dulay, Burt, dan Krashen (1982). Temuan menunjukkan total lima belas kesalahan tata bahasa yang dikategorikan menjadi empat jenis: penghilangan, penambahan, informasi yang salah, dan penataan yang salah. Di antara kategori-kategori ini, informasi yang salah merupakan jenis kesalahan yang paling sering terjadi, yaitu sebesar 40,0% dari total kesalahan, diikuti oleh penambahan (26,7%), penghilangan (20,0%), dan penataan yang salah (13,3%). Lebih lanjut, hasil menunjukkan bahwa kesalahan intralingual (73,3%) terjadi lebih sering daripada kesalahan interlingual (26,7%), menunjukkan bahwa kesulitan pembelajar terutama disebabkan oleh penguasaan aturan tata bahasa Inggris yang belum lengkap. Analisis Kontrastif lebih lanjut mengungkapkan bahwa perbedaan struktural antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris berkontribusi pada beberapa kesalahan, khususnya yang melibatkan penggunaan kala, kata kerja kopula, dan struktur kalimat. Studi ini menyoroti pentingnya memahami kesalahan pembelajar untuk meningkatkan praktik pengajaran bahasa Inggris dan menyarankan bahwa instruksi tata bahasa eksplisit yang dikombinasikan dengan penjelasan kontrastif dapat membantu mengurangi ketidakakuratan tata bahasa di antara pembelajar EFL Indonesia.