Gizka Febrianka Tarigan
Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksistensi Ritual "Erpangir Ku Lau" sebagai Tradisi Lisan Etnis Karo di Kalangan Mahasiswa Karo Universitas Negeri Medan Syafina Ramadani; Gizka Febrianka Tarigan; Sarah Kiristiyani; Elly Prihasti Wuriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksistensi ritual "Erpangir Ku Lau" sebagai tradisi lisan etnis Karo di kalangan mahasiswa Karo Universitas Negeri Medan. Penelitian ini juga bertujuan menjelaskan konsep, fungsi, dan pelaksanaan ritual "Erpangir Ku Lau" serta mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa terhadap keberadaan ritual tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket yang disebarkan kepada mahasiswa Karo Universitas Negeri Medan. Data pendukung diperoleh melalui studi pustaka yang berkaitan dengan ritual "Erpangir Ku Lau" dan tradisi lisan masyarakat Karo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual "Erpangir Ku Lau" masih dikenal oleh sebagian besar responden dan masih dilaksanakan di beberapa daerah asal masyarakat Karo. Sebagian responden juga pernah menyaksikan secara langsung pelaksanaan ritual tersebut, meskipun jumlah yang pernah mengikutinya relatif lebih sedikit. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ritual "Erpangir Ku Lau" masih memiliki eksistensi di kalangan generasi muda Karo sebagai bagian dari warisan budaya dan tradisi lisan etnis Karo. Eksistensi tersebut terlihat dari tingkat pengetahuan responden terhadap makna, fungsi, dan pelaksanaan ritual, meskipun keterlibatan langsung dalam praktik ritual mulai berkurang. Dengan demikian, ritual "Erpangir Ku Lau" masih menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Karo yang perlu dipahami dan diwariskan kepada generasi berikutnya.