Meskipun penelitian tentang kesalahan tata bahasa dalam penulisan EFL telah dilakukan secara ekstensif, perhatian yang diberikan pada kesalahan terkait tenses dalam tugas penulisan gaya digital yang mensimulasikan komunikasi media sosial kontemporer masih terbatas. Dengan menggunakan kerangka Analisis Kesalahan Kontrastif (CEA), penelitian ini menyelidiki kesalahan tenses lampau sederhana dalam caption bergaya Instagram yang ditulis oleh pembelajar EFL Indonesia dan meneliti pengaruh struktur tata bahasa Indonesia terhadap produksi tenses pembelajar. Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis lima caption bergaya Instagram yang dihasilkan oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester enam setelah tugas penulisan tentang pengalaman masa lalu pribadi. Data dianalisis menggunakan Taksonomi Strategi Permukaan untuk mengidentifikasi pola kesalahan dan diinterpretasikan melalui perbandingan kontrastif sistem tenses bahasa Indonesia dan Inggris. Temuan menunjukkan bahwa misformasi adalah jenis kesalahan yang paling sering terjadi, khususnya penggunaan kata kerja present tense dalam konteks yang membutuhkan bentuk simple past tense. Pembelajar sering kali menetapkan referensi waktu lampau melalui ekspresi temporal sambil gagal menerapkan infleksi verbal yang tepat secara konsisten. Temuan ini menunjukkan pengaruh struktur tata bahasa Indonesia, yang biasanya mengekspresikan makna temporal melalui penanda leksikal daripada morfologi kata kerja. Namun, koeksistensi bentuk yang mirip target dan yang tidak mirip target juga menunjukkan perkembangan interlanguage yang berkelanjutan. Studi ini berkontribusi pada diskusi tentang transfer gramatikal dan bahasa pembelajar sekaligus menyoroti nilai pedagogis tugas menulis bergaya digital untuk mengungkapkan kompetensi gramatikal autentik pembelajar.