This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DETERMINAN BIOPSIKOSOSIAL DEPRESI PADA WANITA DENGAN INFERTILITAS: A NARRATIVE LITERATURE REVIEW Khamelia, Endah; Nur Rahma, Yusrina; Rahmani Isdianto, Rahayu; Ariasih, Rr. Arum
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infertilitas merupakan masalah reproduksi yang berdampak tidak hanya secara biologis, tetapi juga secara psikologis terutama pada perempuan, termasuk meningkatkan risiko depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi depresi pada wanita dengan infertilitas melalui tinjauan literatur ilmiah tahun 2018-2025. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan pendekatan deskriptif-analitik, menggunakan database PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk mengidentifikasi artikel jurnal internasional dan nasional yang relevan. Seleksi artikel dilaporkan menggunakan alur PRISMA agar proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel dapat ditelusuri secara transparan. Dari 312 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa prevalensi gejala depresi pada wanita infertil berada pada kisaran 21,01% hingga 52,21%, sedangkan meta-analisis terbaru melaporkan prevalensi depresi sekitar 42%. Faktor biologis dan klinis yang berkaitan dengan depresi meliputi usia reproduksi, durasi infertilitas, jenis infertilitas primer atau sekunder, gangguan hormonal seperti polycystic ovary syndrome, recurrent pregnancy loss, proses teknologi reproduksi berbantu, kegagalan terapi, dan beban biaya pengobatan. Faktor psikososial yang dominan meliputi stigma, tekanan keluarga, nilai keibuan, strategi koping, kualitas relasi pasangan, dukungan sosial, serta spiritualitas. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa depresi pada wanita dengan infertilitas perlu dipahami sebagai hasil interaksi faktor biologis, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual. Layanan fertilitas perlu mengintegrasikan skrining depresi, konseling psikologis, edukasi pasangan, serta dukungan sosial yang sensitif terhadap budaya.