Didik Santoso
English Education Department, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Correlation Between Grammatical Competence and the Student’s Confidence in Speaking English Rahma Laita; Indah Alya Isnani; Wulandari Wulandari; Dirza Rizki Purnama; Didik Santoso
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40654

Abstract

Kemampuan berbicara bahasa Inggris dengan percaya diri dipengaruhi oleh faktor linguistik dan psikologis. Di antara faktor linguistik, kompetensi tata bahasa memainkan peran penting dalam membantu pembelajar membangun kalimat yang akurat dan bermakna, sementara kepercayaan diri menentukan kemauan mereka untuk berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara kompetensi tata bahasa dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris di kalangan mahasiswa semester enam Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan desain korelasional kuantitatif yang melibatkan 30 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan tes tata bahasa yang terdiri dari 40 item pilihan ganda dan kuesioner kepercayaan diri berbicara yang berisi 15 pernyataan skala Likert. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan Korelasi Momen Produk Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata kompetensi tata bahasa adalah 35,57, sedangkan skor rata-rata kepercayaan diri berbicara adalah 51,37. Analisis korelasi menunjukkan koefisien korelasi Pearson sebesar r = 0,374 dengan nilai signifikansi p = 0,042. Hasil ini menunjukkan korelasi positif yang signifikan antara kompetensi tata bahasa dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara bahasa Inggris, meskipun kekuatan hubungannya dikategorikan rendah. Oleh karena itu, siswa dengan kompetensi tata bahasa yang lebih tinggi cenderung menunjukkan kepercayaan diri yang lebih besar dalam berbicara bahasa Inggris. Studi ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi tata bahasa dapat berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri siswa dalam berbicara; namun, faktor psikologis dan lingkungan lainnya juga perlu dipertimbangkan dalam mengembangkan keterampilan komunikasi lisan siswa.