This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PEMANFAATAN LPG 3 KG DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA EKONOMI USAHA MIKRO DAN KECIL SEKTOR KULINER DI DESA PENAKIR KECAMATAN PULOSARI KABUPATEN PEMALANG Danil Al Imron; Neni Rakhmawati
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LPG 3 Kg merupakan sumber energi utama yang digunakan oleh pelaku usaha mikro dan kecil sektor kuliner dalam menjalankan kegiatan produksi. Ketersediaan LPG yang memadai berperan penting dalam menjaga kelancaran operasional usaha, meningkatkan efisiensi produksi, serta mendukung keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan LPG 3 Kg dan implikasinya terhadap kinerja ekonomi usaha mikro dan kecil sektor kuliner di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap lima pelaku usaha kuliner yang dipilih secara purposive, yaitu pemilik warung makan, usaha gorengan, usaha mie ayam, usaha bakso, dan usaha angkringan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LPG 3 Kg berperan sebagai faktor produksi utama yang mendukung kelancaran proses produksi usaha kuliner. Penggunaan LPG membantu mempercepat proses memasak, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung pengendalian biaya usaha. Namun demikian, pelaku usaha masih menghadapi kendala berupa kelangkaan pasokan dan kenaikan harga LPG yang berdampak pada peningkatan biaya operasional. Ketersediaan LPG yang stabil berkontribusi terhadap kelancaran produksi, stabilitas aktivitas usaha, dan keberlangsungan usaha. Penelitian ini menunjukkan bahwa LPG 3 Kg tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai faktor produksi yang berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung kinerja ekonomi usaha mikro dan kecil sektor kuliner di tingkat desa.