Husna Husna
Universitas Muhammadiyah Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Debt to Equity Ratio, Ukuran Perusahaan, dan Return on Assets terhadap Praktik Perataan Laba Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2024 Husna Husna; Zuraidah Zuraidah; Rusnaidi Rusnaidi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan, dan Return on Assets (ROA) terhadap praktik perataan laba ada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan Perusahaan yang dipublikasikan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah Sampel sebanyak 10 perusahaan selama 4 tahun pengamatan sehingga diperoleh 40 Observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan Bantuan program EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Debt To Equity Ratio (DER), ukuran perusahaan, dan Return on Assets (ROA) tidak Berpengaruh signifikan terhadap praktik perataan laba. Secara simultan, ketiga Variabel independen tersebut juga tidak berpengaruh signifikan terhadap praktik Perataan laba. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa kemampuan Variabel independen dalam menjelaskan variasi praktik perataan laba relatif kecil, Sehingga sebagian besar variasi praktik perataan laba dipengaruhi oleh faktor lain Di luar model penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa praktik Perataan laba pada perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman periode 2021–2024 tidak dipengaruhi oleh DER, ukuran perusahaan, dan ROA.