Muhammad Lutfi
Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Dasar sebagai Fondasi Pembentukan Karakter dan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik di Era Digital Alzena Callista Dzahab; Nurdiana Holidah; Maretha Helena Aristia; Trapsila Siwi Hutami; Muhammad Lutfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40806

Abstract

Pendidikan dasar memegang peranan penting dalam membentuk generasi berkualitas karena merupakan landasan utama bagi pengembangan kemampuan akademik, karakter, keterampilan sosial, dan pola pikir siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka untuk mengkaji bagaimana pendidikan dasar berkontribusi terhadap pembentukan generasi berkualitas. Studi literatur adalah metodologi penelitian yang digunakan, yang melibatkan pengumpulan dan pemeriksaan berbagai bahan ilmiah, seperti buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dasar berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai moral, disiplin, tanggung jawab, nasionalisme, dan kemampuan berpikir kritis sejak usia dini, selain membantu siswa mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan matematika. Selain itu, dengan menumbuhkan kemampuan literasi, kreativitas, dan keterampilan sosial, pendidikan dasar mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh globalisasi dan kemajuan teknologi. Ketersediaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan, suasana komunitas, dukungan keluarga, serta kualitas guru semuanya berdampak pada efektivitas pendidikan dasar. Namun, masih terdapat sejumlah hambatan dalam implementasi pendidikan dasar di Indonesia, termasuk ketidaksetaraan akses terhadap pendidikan, fasilitas yang tidak memadai, serta dampak negatif penggunaan teknologi digital yang berlebihan terhadap antusiasme siswa dalam belajar. Oleh karena itu, untuk menghasilkan generasi yang berilmu, berkarakter baik, kreatif, dan mampu mengatasi tantangan pembangunan modern dengan bijak, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat guna meningkatkan kualitas pendidikan dasar.