Chrisetya Panji Bagus Handoko
Teknik Energi Terbarukan, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penggunaan Istilah Keteknikan dalam Laporan Penelitian Sistem Energi Terbarukan Syakira Pasca Khairunnisa; Chrisetya Panji Bagus Handoko; Kevin Ariskhi; Rafiansya Tamara; Arie Cahya Fajar Ramadhan; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40818

Abstract

Studi ini dilakukan dengan tujuan menelaah kecenderungan pemakaian terminologi teknis dalam laporan riset bertema sistem energi terbarukan yang telah dipublikasikan pada jurnal-jurnal nasional berbahasa Indonesia. Penelitian menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif dengan menerapkan analisis konten sebagai teknik utama terhadap 20 artikel ilmiah yang terbit di tiga jurnal nasional dalam kurun 2020–2024. Dari keseluruhan 1.240 lema yang dikaji, hasil analisis mengungkapkan bahwa pengalihan kode melalui adopsi langsung istilah berbahasa Inggris tanpa adaptasi menjadi pola yang paling banyak ditemukan, yakni mencapai 50% dari total lema. Proporsi istilah baku berdasarkan PUPI berada di angka 30%, sementara bentuk serapan yang menyimpang dari kaidah terhitung sebesar 20%. Akar persoalan ketidakseragaman terminologi ini terletak pada minimnya ketersediaan glosarium khusus di ranah energi terbarukan, sekaligus tidak adanya ketentuan dalam panduan penulisan ketiga jurnal yang mewajibkan perujukan pada PUPI ataupun KBBI. Keadaan ini membuka peluang terjadinya kerancuan pemaknaan konsep teknis sekaligus mengikis bobot akademis suatu karya ilmiah. Bertolak dari temuan tersebut, penelitian ini menyarankan agar pihak pengelola jurnal merancang glosarium resmi yang terintegrasi dalam pedoman penulisan, serta mengimbau para peneliti untuk senantiasa menjadikan PUPI dan KBBI sebagai rujukan utama demi terwujudnya keseragaman dan ketepatan terminologi dalam wacana ilmiah.