Sidklas Sabrai Ratu
Administrasi Negara, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Kebencanaan bagi Generasi Muda dalam Mendukung Upaya Pengurangan Resiko Bencana di Nusa Tenggara Timur Sidklas Sabrai Ratu; Sarlince Samenel; Brend Aditio Siki
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40861

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap bencana, khususnya Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sering menghadapi berbagai jenis bencana seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, badai tropis, dan gempa bumi. Pendidikan kebencanaan menjadi strategi penting dalam pengurangan risiko bencana (PRB), tetapi pelaksanaannya di NTT masih mengalami berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaaan pendidikan kebencanaan untuk generasi muda di NTT guna mendukung upaya PRB melalui tinjauan pustaka sistematis. Penelitian menggunakan desain systematic narrative review dengan mengkaji 18 artikel jurnal, laporan pemerintah, dan prosiding konferensi yang terbit pada periode 2015–2025 dari berbagai basis data seperti Scopus, Web of Science, DOAJ, SINTA, Google Scholar, ERIC, dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan tiga model implementasi utama, yaitu integrasi kurikulum formal, program ekstrakurikuler, dan program berbasis komunitas. Metode pengajaran yang paling efektif adalah pembelajaran aktif dengan simulasi bencana yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa sebesar 35% dan kesiapsiagaan sebesar 42%. Empat hambatan utama yang ditemukan yaitu kurikulum yang padat (hanya 35% guru mampu mengintegrasikan materi), keterbatasan sumber daya (hanya 28% sekolah di pedesaan memiliki fasilitas yang memadai), pelatihan guru yang terbatas (hanya 30–40% guru terlatih), dan materi yang tidak sesuai dengan risiko lokal. Terdapat kesenjangan penelitian yang cukup signifikan antara wilayah barat Indonesia (15 artikel) dan wilayah timur Indonesia (3 artikel) dalam konteks pendidikan kebencanaan. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi strategis yaitu integrasi kurikulum yang lebih terstruktur, peningkatan pelatihan guru dengan target 75%, penyesuaian materi dengan kondisi lokal, perbaikan fasilitas simulasi, pelaksanaan program yang berkelanjutan dengan monitoring, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan kerja sama antara berbagai pihak. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur pendidikan kebencanaan di NTT dan dapat dijadikan acuan bagi pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, BPBD, serta pendidik dalam menyusun program yang efektif, sesuai kondisi setempat, dan berkelanjutan.