Holisoh Holisoh
Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Islami dan Profil Pelajar Pancasila dalam Pembelajaran PAI Berbasis Kurikulum Merdeka Studi Kasus di SMA Nurul Ilmi Darunnajah Cecep Lalang Febrian; Holisoh Holisoh; Fitri Hilmiyati; Yahdinil Firda Nadirah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam penguatan karakter siswa melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya transformasi pendidikan nasional yang menekankan pembelajaran berpusat pada peserta didik, fleksibilitas pembelajaran, serta penguatan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila. Di tengah berbagai tantangan sosial seperti degradasi moral, perundungan, dan menurunnya kepedulian sosial di kalangan pelajar, PAI memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai literatur, regulasi, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PAI dalam Kurikulum Merdeka mampu mendukung penguatan karakter siswa melalui pembelajaran yang kontekstual, berbasis proyek, dan berorientasi pada internalisasi nilai-nilai Islam. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, disiplin, dan kepedulian sosial dapat dikembangkan secara optimal melalui berbagai kegiatan pembelajaran. Namun demikian, terdapat beberapa kendala dalam implementasinya, antara lain keterbatasan pemahaman guru terhadap paradigma Kurikulum Merdeka, kurangnya sumber belajar yang memadai, serta belum optimalnya budaya sekolah yang mendukung pembentukan karakter. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, pengembangan perangkat ajar yang adaptif, dan sinergi seluruh elemen pendidikan untuk mewujudkan penguatan karakter siswa secara efektif.