Lindsay Sharavopa
Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Maritim Raja ali Haji

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Fenomena Singkatan dalam Ruang Digital: Analisis Pola dan Fungsi Singkatan pada Percakapan WhatsApp di Kalangan Remaja Nazwa Amelia; Lindsay Sharavopa; Hani’am Kalista; M Zahid Abdurrahim; M Taqiyyudin; Cut Marsya Novrisa; Anggi Okta Arthamevia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40928

Abstract

Singkatan saat komunikasi dalam teks digital sudah menjadi hal umum oleh kalangan remaja Indonesia, Melalui komunikasi digital yaitu WhatsApp. Fenomena ini mengajak penerapan ganda, yaitu sisi yang berbeda hal ini menerapkan kreativitas berbahasa, akan tetapi ada sisi lain yang ada potensi mampu menghapuskan bahasa formal bagi anak muda kita. Dalam penelitian ada tujuan nya untuk menganalisis banyaknya bentuk umum dari singkatan yang selalu dipakai untuk percakapan WhatsApp kalangan remaja, mengetahui fungsi pragmatisnya, juga mengetahui dengan analisis dampaknya kepada kompetensi berbahasa Indonesia formal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan analisis online atau angket (Google form). Data dikumpulkan berdasarkan hasil jawaban dari angket dalam singkatan WhatsApp yang dihasilkan oleh 5 kalangan remaja berusia 16 – 25 tahun dari teknik purposive sampling. Untuk hasil penelitian menunjukkan adanya 247 varian singkatan yang dihasilkan, yang bisa dikelompokkan keempat kelompok utama: (1) singkatan fonetis (42%), (2) akronim sosial-digital (28%), (3) clipping (17%), dan (4) inisialisme kontekstual (11%). Dari aspek fungsi, singkatan selalu digunakan untuk strategi efisiensi komunikasi dan menjadi tanda solidaritas kelompok sebaya. Penelitian ini menyatakan jika penggunaan singkatan percakapan WhatsApp sudah membentuk beragam bahasa jenis itu sendiri (netspeak) bersifat kontekstual dan komunal, harus mendapat perhatian serius untuk konteks pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.