Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BIMBINGAN PERKAWINAN PRA NIKAH SEBAGAI UPAYA DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH Sofiyatun Nurkhasanah; Dini Sri Mulyan; Muhammad Adieb; Moh. Adib MS
MASILE Vol 6 No 2 (2025): Masile Jurnal studi keislaman
Publisher : Insitut Pesantren Babakan cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/Masile

Abstract

Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Sebagai Upaya Dalam Mewujudkan Keluarga Sakinah Study Kua Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Kajiannya dilatarbelakangi dengan semakin meningkatnya angka perceraian setiap harinya maka layanan bimbingan dan konseling dalam berbagai setting kehidupan merupakan respon terhadap pentingnya memfasilitasi perkembangan konseling secara optimal. Memfasilitasi yang dimaksud adalah proses memberi berbagai kemudahan melalui pemahaman diri dan lingkungan yang tepat, pengarahan, dan pengembangan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki. Potensi yang dimaksud adalah latent power, yakni kemampuan yang belum tampak, belum terwujud, belum menjadi perilaku nyata, atau belum menjadi prestasi. Bimbingan dan konseling merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan individu. Menurut konsep konseling, manusia itu pada hakikatnya adalah sebagai makhluk biologis memiliki potensi dasar yang menentukan kepribadian manusia berupa insting. Keluarga merupakan factor penting dalam tumbuh kembang anggotanya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya bimbingan perkawinan yang dilakukan untuk mewujudkan keluarga Sakinah. Untuk menciptakan keluarga yang baik sesuai dengan ajaran Islam, calon pasangan harus memiliki pengetahuan dan dasar yang diperlukan untuk mengelola rumah tangga. Ini memerlukan persiapan yang matang, tujuan spesifik, dan pendanaan yang memadai untuk memastikan pernikahan yang solid dan kemampuan untuk memulai keluarga Sakinah.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tujuan penelitian dengan pendekatan kualitatif adalah untuk menjelaskan secara rinci fenomena yang terjadi di masyarakat dengan mengumpulkan data secara rinci dan lengkap. Sifat penelitian yang dilakukan ini, menggunakan sifat penelitian deskriptif kualitatif Sifat deskriptif kualitataif adalah penelitian yang memandu peneliti untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas, dan mendalam.Program ini tentu saja menimbulkan banyak manfaat yang dirasakan bagi calon pengantin. Calon pengantin akan lebih siap menghadapi kehidupan pernikahan dan mengetahui bagaimana menjunjung tinggi prinsip saling pengerian dan saling ridhlo, selalu menjaga interaksi yang baik, menjaga hak dan kewajiban antar keduanya dengan baik, suami harus menjadi pembimbing serta bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas keluarga, istri harus menjadi surga bagi suami dan anak-anaknya demi membentuk keluarga yang ideal. Dari beberapa narasumber yang Peneliti temui datanya melului tanya jawab dalam sebuah wawancara yang membehas tentang “Bimwin sebagai Upaya dalam mewujudan keluarga Sakinah”. Memang diakui betul bahwa adanya bimbingan perkawinan ini sangat penting dirasakan pihak calon pengantin dengan berbagai latar belakang lingkungan, pergaulan dan Pendidikan yang berbeda-beda mereka mengakui bahwa bimbingan ini penting. Kata Kunci : Bimbingan Perkawinan Pra nikah, Keluarga Sakinah.
GAMOPHOBIA SEBAGAI ALASAN UNTUK TIDAK MENIKAH (MEMBUJANG) SAMPAI SEUMUR HIDUP PERSPEKTIF MADZHAB SYAFI’I Arif Rahmat Hidayat; Moh. Adib MS; Daryanto Masdar
MASILE Vol 7 No 1 (2026): Masile Jurnal Studi Ilmu Keislaman
Publisher : Insitut Pesantren Babakan cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/10.1234/vol3iss2pp230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor penyebab munculnya gamophobia—ketakutan berlebihan terhadap pernikahan—serta menganalisis pandangan Mazhab Syafi‘i mengenai hukum membujang seumur hidup dalam Islam. Fokus penelitian diarahkan pada sejauh mana kondisi psikologis seperti gamophobia dapat dianggap sebagai uzur (alasan sah) yang membolehkan seseorang untuk tidak menikah.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-teologis, yakni menelaah teks-teks fikih klasik Mazhab Syafi‘i seperti Fath al-Qarib, Kifayah al-Akhyar, I’anah al-Thalibin, dan Raudlah al-Thalibin, serta dikaitkan dengan teori psikologi modern mengenai ketakutan terhadap pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum asal menikah menurut Imam Syafi‘i bersifat kontekstual dan dapat berubah sesuai kondisi individu.Penderita gamophobia yang mengalami gangguan psikologis berat diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk tidak menikah apabila pernikahan berpotensi menimbulkan madharat. Berdasarkan kaidah fikih seperti al-ḍarar yuzāl dan dar’u al-mafāsid muqaddam ‘alā jalb al-maṣāliḥ, keputusan untuk tidak menikah dalam kondisi ini selaras dengan prinsip kemaslahatan dalam syariat Islam. Kata kunci: Gamophobia, Mazhab Syafi‘i, Hukum Nikah, Madharat, Kemaslahatan.