Syaeful Bahri
Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinasi Nilai Ekspor Komoditas Pertanian Indonesia, Inflasi, dan Kurs Periode 2020–2025 dan Pengaruhnya terhadap Kesejahteraan Petani dalam Perspektif Keadilan Distributif Islam Riska Pramana Putri; Iik Juniartinur; Myla Lestari; Syaeful Bahri; Abdul Azis
MASILE Vol 7 No 1 (2026): Masile Jurnal Studi Ilmu Keislaman
Publisher : Insitut Pesantren Babakan cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1213/10.1234/vol3iss2pp230

Abstract

Latar Belakang: Sektor pertanian merupakan pilar krusial perekonomian Indonesia yang berperan sebagai penyerap tenaga kerja dan penyumbang devisa melalui ekspor. Namun, fluktuasi makroekonomi periode 2020–2025 dan kelemahan struktural seperti ketergantungan ekspor bahan mentah sering kali menimbulkan anomali di mana pertumbuhan ekspor tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai ekspor komoditas pertanian, inflasi,dan kurs periode 2020–2025 terhadap kesejahteraan petani, sertamembedahnya dalam perspektif Keadilan Distributif Islam. Metode: Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data deret waktu (time series) 2020–2025 yang dianalisis melalui metode Ordinary Least Square (OLS) menggunakan perangkat lunakEViews, dikombinasikan dengan analisis deskriptif kualitatif berbasis ekonomi Islam.Nilai Tukar Petani (NTP) digunakan sebagai indikator proksi kesejahteraan petani. Hasil: Secara simultan, nilai ekspor, inflasi, dan kurs berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani dengan nilai $R^2$ sebesar 0,918. Secara parsial, nilai ekspormemiliki pengaruh positif dan signifikan , inflasi berpengaruh negatif dan signifikan , sedangkan kurs tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan petani.Dari perspektif Islam, hasil ini menunjukkan adanya kerentanan struktural dan belum optimalnya distribusi peluang ekonomi bagi petani kecil. Kesimpulan & Saran:Kesejahteraan petani tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekspor, tetapi juga oleh stabilitas harga dan distribusi yang adil. Pemerintah disarankan untuk memperpendekrantai distribusi, mengendalikan inflasi melalui subsidi input, serta memperkuat lembaga keuangan mikro syariah seperti koperasi syariah atau BMT untuk mewujudkan keadilan sosial. Kata Kunci: Nilai Ekspor Pertanian, Inflasi, Kurs, Kesejahteraan Petani, Keadilan Distributif Islam.