Ichsan Aji Bayuargo
Akuntansi Syariah, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengalaman Overconfidence Bias dan Stres Finansial pada Pengguna Paylater Generasi Z di Indonesia Naufal Rafiardi; Nazwa Nuralifa Ramadhani; Ichsan Aji Bayuargo; Faisal Agung Ismail; Suhendi Suhendi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman hidup Pengguna paylater Generasi Z di Indonesia, khususnya dalam mengkaji bagaimana overconfidence bias termanifestasi dalam pengambilan keputusan keuangan mereka dan bagaimana bias tersebut berkaitan dengan stres finansial yang dialami. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, penelitian ini melakukan wawancara mendalam terhadap sepuluh partisipan yang dipilih melalui purposive sampling, yakni pengguna paylater aktif berusia 18–25 tahun di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang pernah mengalami kesulitan dalam mengelola kewajiban paylater mereka. Data dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menangkap pemahaman yang kaya dan kontekstual tentang pengalaman subjektif partisipan. "Temuan mengungkap empat tema yang saling berkaitan: (1) overestimation kapasitas finansial yang termanifestasi melalui pola konsumsi hedonis dan remehnya akumulasi utang; (2) overplacement sosial yang didorong oleh perbandingan dengan teman sebaya digital dan normalisasi gaya hidup berbasis kredit; (3) overprecision tentang kemampuan mengelola keuangan meski pemahaman risiko fintech masih terbatas; serta (4) stres finansial multidimensi sebagai dampak kolektif dari ketiga dimensi overconfidence bias tersebut, yang mencakup kecemasan antisipatif, perilaku menghindar, dan beban psikologis akibat kewajiban paylater yang tidak terkendali."