Salah satu aspek di mana BIM yang bermanfaat untuk dunia konstruksi adalah dalam mendeteksi konflik, yaitu ketika bagian-bagian bangunan saling terdapat clash, serta mengidentifikasi titik terjadinya konflik sebelum proyek dilaksanakan. Pada umumnya clash terjadi ketika pemodelan yang dilakukan terdapat kekeliruan atau kesalahan dalam memodelkan sebuah desain bangunan. Penelitian ini dilakukan pada Rumah Sakit Murni Teguh Methodist Susanna Wesley Medan yang bertujuan untuk menganalisis persentase clash serta melakukan perbaikan pada pemodelan yang dilakukan dan menghitung selisih volume dari hasil quantity take off metode BIM dengan hasil quantity take off proyek metode konvensional. Dari hasil analisis perbandingan didapatkan pada saat melakukan deteksi clash setelah perbaikan desain menggunakan Autodesk Navisworks Manage, penurunan clash antar tulangan sebesar 47,9%, dan clash pada tulangan vs beton mengalami penurunan sebesar 32,9%. Sedangkan pada beton vs beton tidak ditemukan adanya clash baik sebelum dilakukan perbaikan maupun setelah dilakukan perbaikan, yang dapat dikatakan bahwa pemodelan struktur balok dengan struktur kolom tidak mengalami clash atau benturan. Dan perhitungan volume pekerjaan menggunakan Autodesk Revit 2025 menghasilkan selisih yang beragam dengan perhitungan volume metode konvensional. Perbandingan volume yang memiliki selisih paling kecil adalah pada pekerjaan pembesian struktur balok sebesar -0,60% dan selisih paling besar adalah pada pekerjaan pembesian struktur plat sebesar -28,08%. Yang dimana, artinya nilai volume yang dikeluarkan oleh Revit lebih besar dibanding perhitungan volume dengan metode konvensional. Perbandingan selisih volume pada pekerjaan pembesian dapat jauh berbeda terutama pada kolom dan balok, dikarenakan terdapat perbedaan proses perhitungan antara kedua metode dan perubahan yang disebabkan oleh adanya clash.