Indra Suardi
Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teknik Interpretasi Hadis Melalui Ilmu Ma'ānī al-Ḥadīs (Tekstual, Kontekstual, dan Intertekstual) Muhammad Julpahmi; Indra Suardi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik interpretasi hadis dalam perspektif Ilmu Ma'ānī al-Ḥadīs serta menjelaskan integrasi antara interpretasi tekstual, intertekstual, dan kontekstual dalam memahami hadis Nabi saw. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interpretasi tekstual, intertekstual, dan kontekstual memiliki fungsi metodologis yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam proses pemahaman hadis. Interpretasi tekstual berfungsi memahami makna literal hadis, interpretasi intertekstual menjelaskan hubungan hadis dengan ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis lain yang relevan, sedangkan interpretasi kontekstual berupaya menemukan pesan substantif hadis dengan mempertimbangkan latar historis dan dinamika sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman hadis yang hanya bertumpu pada satu pendekatan berpotensi menghasilkan interpretasi yang parsial. Oleh karena itu, integrasi ketiga teknik interpretasi tersebut menjadi suatu kebutuhan metodologis dalam kajian Ilmu Ma'ānī al-Ḥadīs. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan bahwa integrasi pendekatan tekstual, intertekstual, dan kontekstual dapat menghasilkan pemahaman hadis yang lebih komprehensif, moderat, dan relevan dengan perkembangan sosial-keagamaan kontemporer.