Radiah Radiah
Pendidikan Luar Biasa, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pendidikan Khusus dalam Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Autis di SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang Radiah Radiah; Rahmatrisilvia Rahmatrisilvia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.41165

Abstract

Anak autis menghadapi tantangan signifikan dalam perkembangan sosial yang berdampak luas terhadap kualitas hidup dan kemampuan adaptasi mereka di masyarakat. Pendidikan khusus yang terstruktur dan berbasis kebutuhan individual menjadi landasan utama dalam mendukung perkembangan kemampuan sosial anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran pendidikan khusus dalam meningkatkan kemampuan sosial anak autis di SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, mencakup program-program intervensi yang diterapkan, strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru pendidikan khusus, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat keberhasilan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan penelitian terdiri dari 8 orang guru pendidikan khusus, 4 orang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah, 12 orang tua wali murid, dan 15 anak autis berusia 6-17 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang telah mengimplementasikan program pendidikan khusus yang komprehensif meliputi Applied Behavior Analysis (ABA), Social Stories, Social Skills Training (SST), dan Program Bermain Terstruktur. Terdapat peningkatan kemampuan sosial yang signifikan pada 73,3% anak autis setelah menjalani program selama minimal satu tahun. Faktor keberhasilan utama meliputi kompetensi guru, kolaborasi dengan orang tua, dan konsistensi program. Hambatan yang ditemukan mencakup keterbatasan sarana prasarana, rasio guru-siswa yang belum ideal, dan kurangnya koordinasi lintas sektor. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas guru, peningkatan fasilitas, dan pengembangan sistem kolaborasi yang lebih sistematik antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.