Abzalul Rahman
STID Mohammad Natsir – Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA KOMUNIKASI A. HASSAN DALAM KADERISASI DAI Ujang Habibi; Abzalul Rahman
Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Da'wah: Risalah Merintis, Da'wah Melanjutkan
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v9i1.460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang digunakan oleh A. Hassan dalam proses kaderisasi da’i serta menjelaskan faktor-faktor yang mendukung keberhasilan kaderisasi tersebut. Pertanyaan penelitian difokuskan pada bagaimana pola komunikasi A. Hassan diterapkan dalam membentuk kader dakwah yang berintegritas, mandiri, dan memiliki kapasitas intelektual yang kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-historis. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap karya-karya A. Hassan, literatur yang relevan, serta wawancara dengan tokoh Persatuan Islam (Persis). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori komunikasi Jarum Hipodermik (Hypodermic Needle Theory) dan teori komunikasi Sirkular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi A. Hassan dalam kaderisasi da’i memadukan pola komunikasi jarum suntik dan pola komunikasi sirkular. Pola pertama diterapkan melalui penanaman nilai-nilai Islam, pembentukan karakter, dan penguatan ideologi melalui lembaga pendidikan. Sementara itu, pola kedua diwujudkan melalui diskusi, dialog, dan pembinaan intelektual yang mendorong kemampuan berpikir kritis kader. Sinergi kedua pola tersebut berhasil melahirkan kader-kader dakwah yang memiliki militansi, kemandirian, kemampuan intelektual, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam. Temuan ini menunjukkan bahwa model kaderisasi A. Hassan memiliki kontribusi penting dalam pengembangan sumber daya dakwah yang berkelanjutan.