Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang efektif dalam membentuk budaya toleransi di lingkungan sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan menghargai perbedaan. Oleh karena itu, implementasi pembelajaran PAI perlu dikaji secara mendalam agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk budaya toleransi di SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dengan menggunakan perspektif grand theory Van Meter dan Van Horn dengan dimensi enam variabel implementasi, yaitu standar dan sasaran kebijakan, sumber daya, karakteristik antar badan pelaksana, komunikasi antarorganisasi, sikap pelaksana, serta kondisi lingkungan sosial, ekonomi dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, siswa, serta pihak terkait lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan secara umum telah berjalan dengan baik. Standar dan tujuan pembelajaran dirumuskan secara jelas dan selaras dengan visi sekolah. Sumber daya manusia dan karakteristik kemampuan pelaksana relatif memadai, meskipun masih terdapat beberapa kendala teknis. Komunikasi antar pelaksana berjalan efektif, sikap pelaksana menunjukkan komitmen yang tinggi, serta respon masyarakat terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam cenderung positif. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membentuk budaya toleransi sangat dipengaruhi oleh sinergi antarvariabel implementasi sebagaimana dikemukakan oleh Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan pembelajaran PAIĀ yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai toleransi di sekolah.