Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Adaptasi Digital Lembaga Dakwah dalam Menghadapi Disrupsi Teknologi khoiruddin rahman; Syf Miftahul Rahmah; Muhammad Firdaus; M. Yakub
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 3 No 1 (2026): New Tren in Islamic Religious Educatoin
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan penyebaran informasi dalam masyarakat, termasuk dalam praktik dakwah Islam. Lembaga dakwah sebagai institusi yang berperan dalam penyebaran nilai-nilai keagamaan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan dinamika transformasi digital agar tetap relevan dan efektif dalam menjangkau masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adaptasi digital lembaga dakwah, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam proses transformasi digital, serta merumuskan model strategi adaptasi digital yang dapat diterapkan oleh lembaga dakwah di era disrupsi teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku akademik, serta publikasi penelitian yang relevan dengan tema dakwah digital dan transformasi teknologi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dan penelusuran literatur secara sistematis, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan hubungan antarvariabel yang berkaitan dengan strategi adaptasi digital lembaga dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi digital lembaga dakwah dilakukan melalui pemanfaatan berbagai platform media digital seperti media sosial, video daring, dan konten multimedia yang memungkinkan penyebaran pesan dakwah secara lebih luas, cepat, dan interaktif. Keberhasilan adaptasi digital dipengaruhi oleh meningkatnya akses teknologi dan literasi digital masyarakat, sementara kendala utama meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kapasitas kelembagaan, serta tantangan disinformasi di ruang digital. Oleh karena itu, diperlukan model strategi adaptasi digital yang integratif melalui penguatan kapasitas organisasi, pengelolaan konten digital yang berkualitas, serta kolaborasi dengan berbagai aktor dalam ekosistem dakwah digital.