Dea Amanda Br Ginting
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANJLOKNYA IHSG TAHUN 2025–2026: ANCAMAN TERHADAP STABILITAS EKONOMI INDONESIA DAN KEPERCAYAAN INVESTOR Thania Ramadhani; Dea Amanda Br Ginting; Ahmad Wahyudi Zein
INTERNATIONAL, Journal of Sharia Business Management Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : CV. Barokah Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 2025–2026 menjadi salah satu peristiwa yang mendapat perhatian luas karena memberikan dampak terhadap kondisi pasar modal dan perekonomian Indonesia. Anjloknya IHSG tidak hanya mencerminkan melemahnya kinerja pasar saham, tetapi juga menunjukkan adanya penurunan tingkat kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan penurunan IHSG serta menganalisis dampaknya terhadap stabilitas ekonomi Indonesia dan kepercayaan investor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, publikasi pemerintah, laporan lembaga keuangan, dan berita ekonomi yang relevan dengan perkembangan pasar modal Indonesia selama periode 2025–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan IHSG dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain keluarnya modal asing dari pasar domestik, pelemahan nilai tukar rupiah, ketidakpastian kebijakan ekonomi, serta pengaruh kondisi ekonomi global yang tidak stabil. Dampak yang ditimbulkan meliputi meningkatnya volatilitas pasar, menurunnya minat investasi, berkurangnya kepercayaan investor, serta potensi gangguan terhadap stabilitas ekonomi nasional. Meskipun demikian, pada pertengahan tahun 2026 pasar modal Indonesia mulai menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan penguatan IHSG dan peningkatan kapitalisasi pasar. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang konsisten serta sinergi antara pemerintah dan otoritas keuangan untuk menjaga stabilitas pasar modal dan meningkatkan kembali kepercayaan investor.