Proses aerasi pada IPAL merupakan bagian paling boros energi dan dapat mengonsumsi 30-60% dari total kebutuhan energi listrik. Pengendali Proportional-Integral (PI) yang umum digunakan memiliki sifat reaktif dalam merespons dinamika beban, sehingga memicu pemborosan energi untuk mempertahankan setpoint dari dissolved oxygen (DO). Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji Model Predictive Control (MPC) pada platform Benchmarking Simulation Model 1 (BSM1) untuk mengefisienkan energi aerasi (AE) tanpa melanggar baku mutu lingkungan. Model prediksi dibangun menggunakan reduced order model ASM1 6 state yang dilinearisasi dan didiskritisasi dengan waktu sampling 15 menit. Formulasi optimasi MPC disusun dalam bentuk fungsi objektif berbobot melalui strategi weight tuning, dengan konfigurasi pembobotan akhir Q=12, R1=3, dan R2=0,15. Hasil pengujian pada skenario cuaca kering, hujan, dan badai menunjukkan bahwa MPC secara proaktif menekan rata-rata DO ke level 1,15-1,2 mg/L. Strategi ini secara signifikan memangkas konsumsi AE di reaktor kelima sebesar 28,8-29,6% dan menghemat AE total instalasi hingga 6,9% dibandingkan PI standar. Meskipun konsentrasi amonia efluen mengalami peningkatan yang menyebabkan indeks kualitas efluen (EQI) naik menjadi 5,8%-8,2%, EQI tetap stabil dan seluruh parameter tetap mematuhi batas regulasi lingkungan. Sehingga, penerapan MPC terbukti memberikan kinerja operasional yang jauh lebih efisien dan ekonomis. Kata Kunci— Dissolved Oxygen (DO), Efisiensi Energi, Energi Aerasi (AE), Model Predictive Control (MPC), BSM1.