Imelda Hutasoit
Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Sumedang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGY OF THE DISTRICT HEAD IN HANDLING PUBLIC ORDER AND PUBLIC TRANQUILITY DISTURBANCES AS AN IMPACT OF POPULATION MIGRATION IN JATINANGOR DISTRICT, SUMEDANG REGENCY AGUST ALEXANDER NARANTERY; Sutiyo Sutiyo; Imelda Hutasoit
Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa Vol 11 No 1 (2026): Public Service Governance
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jipsk.v11i1.6179

Abstract

Population migration in Jatinangor District Sumedang Regency generates complex social dynamics affecting public order and community peace. As an educational and local economic hub Jatinangor attracts students workers and business actors leading to increased population density boarding house activities traffic congestion illegal parking environmental challenges and potential social conflicts and crime. This study describes the implementation of public order and community peace and formulates the District Head’s strategy in managing disturbances caused by population migration. A descriptive qualitative method was employed with data collected through interviews observation and document analysis. The strategy was analyzed using the ASOCA framework consisting of Ability Strength Opportunity Culture and Agility. This study contributes to public governance studies by demonstrating how the ASOCA framework can be applied for District level public order management in migration intensive educational areas. Findings indicate that while the District Head possesses coordination guidance and supervision capacities gaps remain in migrant registration and boarding house oversight. Apparatus capacity security posts patrol vehicles and CCTV support public order efforts though personnel facilities and budget remain limited. Universities community leaders youth groups and business actors offer strategic opportunities for collaboration. Mutual cooperation deliberation and tolerance remain important social capital though interaction between local residents and migrants is still limited. Complaint handling has begun but responses need more integration and consistency. Recommended strategies include integrating regulations and standard operating procedures strengthening collaboration with universities and communities optimizing complaint mechanisms reinforcing local social values and developing responsive dialogue based public services.
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUMEDANG MENERBITKAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN BAGI PENDUDUK RENTAN ADMINDUK KAMPUNG ADAT SEMPURMAYUNG Wiwik Roso Sri Rejeki; Imelda Hutasoit; Indramayu
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 3 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i3.1963

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam penerbitan dokumen kependudukan bagi penduduk rentan administrasi kependudukan (adminduk) di Kampung Adat Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi pelayanan administrasi kependudukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama pelayanan adminduk meliputi regulasi yang jelas, inovasi pelayanan melalui Program Sapa Warga dan Predator, serta ketersediaan data kependudukan yang terintegrasi. Sedangkan kelemahan yang dihadapi mencakup keterbatasan akses geografis, sarana dan prasarana yang belum memadai, rendahnya pemahaman administrasi kependudukan, literasi digital masyarakat, serta keterbatasan SDM yang kompeten. Peluang yang tersedia berupa dukungan program Desa Cimarga dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya dokumen kependudukan. Adapun ancaman yang dihadapi meliputi ketergantungan pada dokumen fisik, risiko kebocoran data pribadi, dan keterbatasan anggaran pelayanan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, dirumuskan strategi yaitu penguatan kolaborasi pemerintah desa dan Disdukcapil, optimalisasi layanan jemput bola, peningkatan literasi masyarakat, percepatan digitalisasi layanan, perlindungan data pribadi, penguatan kapasitas SDM, optimalisasi anggaran dan infrastruktur pelayanan. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan inklusivitas, efektivitas, dan keberlanjutan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat rentan adminduk.