ABSTRAK Dakwah di wilayah pedalaman tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian ajaran agama, tetapi juga sebagai proses pendidikan yang membentuk kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model dakwah da’i pedalaman dalam meningkatkan efektivitas dakwah di Morowali Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dakwah dibangun melalui model terintegrasi, meliputi pembinaan da’i pribumi, penyediaan guru, serta pembangunan markaz dakwah sebagai pusat pembinaan keagamaan. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah dan tokoh masyarakat serta penguatan kompetensi da’i dalam aspek keilmuan, komunikasi, dan pemahaman sosial-budaya menjadi faktor penting. Dakwah juga dilakukan secara kontekstual melalui pendekatan persuasif dan pendampingan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa model dakwah berbasis komunitas mampu meningkatkan efektivitas dakwah secara berkelanjutan. Kata kunci : dakwah pedalaman; da’i pribumi; efektivitas dakwah; model dakwah.