Abdul Syukur
UIN Raden Intan Lampung – Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS DAN SOLUSI PROBLEMATIKA MASYARAKAT ISLAM DI PEDESAAN Abdul Syukur; Endah Kurniati; Ahmad Zamroni
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v9i1.488

Abstract

ABSTRAK Masyarakat pedesaan di Indonesia masih menghadapi berbagai problematika sosial yang kompleks, seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur, kemiskinan, pengangguran, urbanisasi, lemahnya tata kelola pemerintahan desa, konflik agraria, serta ketergantungan terhadap kondisi alam. Permasalahan tersebut tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga mempengaruhi efektivitas pelaksanaan dakwah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dakwah yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kontekstual dan solutif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika dakwah di masyarakat pedesaan serta merumuskan solusi melalui pendekatan dakwah yang tepat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar permasalahan yang terjadi di masyarakat. Data diperoleh dari studi literatur serta pengalaman empiris penulis dalam bidang pemberdayaan masyarakat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika masyarakat pedesaan bersifat multidimensional dan saling berkaitan, sehingga membutuhkan solusi yang holistik dan berkelanjutan. Dakwah yang efektif harus mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dengan pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pendekatan dakwah yang dapat diterapkan meliputi penguatan pendidikan dan keterampilan, pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, peningkatan tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan sumber daya agraria yang adil, serta peningkatan kesiapsiagaan terhadap risiko bencana. Selain itu, metode dakwah yang digunakan perlu disesuaikan dengan karakteristik masyarakat pedesaan melalui pendekatan kultural, partisipatif, dan kolaboratif. Dengan demikian, dakwah memiliki peran strategis sebagai agen transformasi sosial dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pedesaan. Keberhasilan dakwah sangat ditentukan oleh kemampuan da’i dalam memahami kondisi masyarakat serta mengintegrasikan nilai agama dengan solusi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: dakwah, masyarakat pedesaan, problematika sosial, Root Cause Analysis (RCA), pemberdayaan masyarakat