Endang Muslim
STAI Sebelas April Sumedang, Jawa Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Peran Orang Tua Sebagai Muaddib Terhadap Sikap Ta’dzim Siswa Isyri Nurjanah; Dindin Saefudin; Endang Muslim
Ulumuddin: Journal of islamics Study Vol. 2 No. 1 (2026): Ulumuddin: Journal of islamics Study
Publisher : STAI Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/m4wwca14

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat membawa dampak terhadap pergeseran nilai dan sikap siswa, khususnya dalam hal penghormatan terhadap lingkungan sekitar. Fenomena ini terlihat pada rendahnya sikap hormat siswa, baik terhadap lingkungan maupun terhadap guru dan teman sebaya. Salah satu faktor utama yang memengaruhi hal ini adalah peran orang tua, terutama dalam membentuk perilaku dan kepribadian anak melalui contoh nyata di lingkungan keluarga. Berdasarkan pengamatan di MAN 1 Sumedang, ditemukan bahwa banyak siswa kelas XI IIK 1 yang menunjukkan kurangnya kesadaran akan pentingnya sikap ta’dzim, seperti berbicara tidak sopan, bermain handphone saat pelajaran, bahkan tidur di kelas. Hal ini mengindikasikan perlunya peran orang tua sebagai muaddib dalam memberikan teladan yang baik. Rumusan masalah yang diajukan penulis dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh peran orang tua sebagai muaddib terhadap sikap ta’dzim siswa kelas XI IIK 1 MAN 1 Sumedang. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peran orang tua sebagai muaddib terhadap sikap ta’dzim siswa kelas XI IIK 1 MAN 1 Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian adalah siswa kelas XI IIK 1 MAN 1 Sumedang pada tahun pelajaran 2024/2025 dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas XI IIK 1, peneliti mengambil sampel sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran orang tua sebagai muaddib mencapai prosentase 84% termasuk kriteria baik, sementara sikap ta’dzim siswa mencapai prosentase 86% termasuk kriteria sangat baik. peran orang tua sebagai muaddib terhadap sikap ta’dzim siswa menunjukan keeratan hubungan yang sangat kuat (r=0,544), 0 dengan kontribusi sebesar 29,6% (r²=0,580%). peran orang tua sebagai muaddib terhadap sikap ta’dzim siswa terbukti signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur dan wawasan di bidangnya.
Pengaruh Pemahaman Materi Saling Menasehati Terhadap Sikap Peduli Sosial Pada Peserta Didik Kelas XI-6 Di SMAN 3 Sumedang Erwin Suherlan; Eka Abdul Hamid; Endang Muslim
Ulumuddin: Journal of islamics Study Vol. 2 No. 1 (2026): Ulumuddin: Journal of islamics Study
Publisher : STAI Darussalam Kunir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62824/ngf6aq06

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sikap peduli sosial siswa dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menerapkan sikap saling menasehati ketika melihat teman melakukan kesalahan atau mengalami perlakuan yang kurang baik. Saling menasehati dalam kebaikan merupakan kewajiban sesama muslim sekaligus bagian penting dalam pembentukan karakter peduli sosial peserta didik. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang bertujuan menanamkan sikap peduli, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Di lapangan ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang kurang menunjukkan kepedulian sosial, seperti tidak menasehati teman yang melakukan kesalahan atau kurang peduli terhadap tindakan bullying yang dialami temannya, baik secara verbal maupun fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman materi saling menasehati terhadap sikap peduli sosial peserta didik kelas XI-6 di SMA Negeri 3 Sumedang. Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional dengan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan angket yang diberikan kepada peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis kuantitatif dengan bantuan aplikasi SPSS untuk mengetahui tingkat hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman materi saling menasehati peserta didik kelas XI-6 SMA Negeri 3 Sumedang mencapai persentase 87% dengan kategori sangat baik, sedangkan sikap peduli sosial mencapai persentase 90% dengan kategori sangat baik. Pengaruh pemahaman materi saling menasehati terhadap sikap peduli sosial menunjukkan hubungan yang rendah dengan nilai korelasi sebesar 0,558 serta kontribusi pengaruh sebesar 31,1%. Namun demikian, pengaruh tersebut terbukti signifikan. Dengan demikian, semakin baik pemahaman siswa terhadap materi saling menasehati, maka semakin baik pula sikap peduli sosial yang dimiliki peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan wawasan dan pembelajaran terkait pembentukan karakter peduli sosial di lingkungan sekolah.