Windi Widia Natasya
Universitas Negeri Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pilihan Rasional Pengobatan Tradisional dan Modern pada Masyarakat Tanjung Durian Windi Widia Natasya; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 8 No 1 (2026): Culture & Society: Journal of Anthropologival Research
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v8i1.252

Abstract

Penelitian ini mengkaji masyarakat yang tidak hanya memilih satu pengobatan melainkan memilih dua jenis pengobatan tradisional dan modern sekaligus dalam mengobati penyakit. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pilihan rasional masyarakat dalam memanfaatkan pengobatan tradisional dan modern untuk mengobati penyakit di Nagari Tanjung Durian Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Penelitian ini penting untuk diteliti karena kesehatan fisik menjadi suatu hal yang sangat penting bagi setiap individu agar dapat beraktivitas dengan baik, tindakan yang dilakukan dalam memilih dan menggunakan pengobatan untuk memperoleh penyembuhan dari penyakit yang diderita menggambarkan pilihan yang rasional dimiliki oleh setiap individu. Namun, di Nagari Tanjung Durian masyarakat memiliki tindakan yaitu memilih dua jenis pengobatan tradisional dan pengobatan modern. Teori yang digunakan untuk menganalisis fenomena ini adalah teori pilihan rasional menurut James S. Coleman yang memusatkan perhatian pada aktor dan sumber daya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Hasil penelitian menemukan rasionalitas masyarakat yang memilih kedua pengobatan tradisional dan modern di Nagari Tanjung Durian, yaitu 1) memiliki pengetahuan tentang kedua pengobatan yang saling mendukung, 2) merasakan efek penyembuhan dari kedua pengobatan, 3) mempercayai bahwa kedua pengobatan bisa menyembuhkan penyakit, 4) bidan desa dan dukun yang berada di kampung.