Yudi Agustian
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mayapada, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Handover Berbasis Komunikasi Efektif Metode SBAR dan Audit Kepatuhan Enam Benar terhadap Ketepatan Waktu Pemberian Obat Yudi Agustian; Wina Sulastri; Ari Sunari; Rizky Rachmatullah
Jurnal Keperawatan Nusantara Vol 2 No 1 (2026): Juni
Publisher : Sabda Abadi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Ketepatan waktu pemberian obat merupakan aspek penting dalam keselamatan pasien di ruang rawat inap karena keterlambatan dapat meningkatkan risiko medication error, menurunkan efektivitas terapi, serta mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan. Komunikasi efektif saat hand over menggunakan metode Situation, Background, Assessment, Recommendation (SBAR) dan kepatuhan terhadap prinsip enam benar pemberian obat menjadi strategi penting untuk menjamin kontinuitas pelayanan dan ketepatan terapi. Tujuan: Menganalisis pengaruh komunikasi efektif berbasis SBAR dan kepatuhan enam benar pemberian obat terhadap ketepatan waktu pemberian obat pada pasien rawat inap. Metode: Penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari dokumentasi rumah sakit, audit kepatuhan enam benar pemberian obat, dan rekam medis elektronik pasien. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan tingkat kepatuhan perawat terhadap SBAR dan prinsip enam benar, sedangkan uji Chi-Square digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel. Hasil: Perawat menerapkan komunikasi SBAR dan prinsip enam benar secara konsisten dengan tingkat kepatuhan yang tinggi. Ketepatan waktu pemberian obat berada pada kategori optimal dengan rerata 1.00. Namun, indikator flushing dan observasi pasca pemberian obat menunjukkan capaian yang sedikit lebih rendah sehingga memerlukan perbaikan. Kesimpulan: Komunikasi efektif berbasis SBAR dan kepatuhan terhadap prinsip enam benar berkontribusi terhadap ketepatan waktu pemberian obat. Audit rutin, supervisi, dan pelatihan berkelanjutan perlu dipertahankan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan keperawatan.