Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai oleh peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi atau kerja insulin. Salah satu strategi terapeutik untuk mengendalikan hiperglikemia adalah melalui penghambatan enzim α-amylase yang berperan dalam hidrolisis karbohidrat menjadi gula sederhana. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi delapan derivatif thiazole sebagai kandidat inhibitor α-amylase serta mengkaji pengaruh modifikasi substituen terhadap afinitas pengikatannya melalui pendekatan molecular docking. Struktur ligan dioptimasi menggunakan metode semiempiris PM6, kemudian dilakukan molecular docking menggunakan DOCK6 terhadap protein α-amylase (PDB ID: 1HNY). Afinitas pengikatan dievaluasi berdasarkan nilai Grid Score, sedangkan pola interaksi molekuler dianalisis menggunakan BIOVIA Discovery Studio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh derivatif thiazole memiliki nilai Grid Score negatif, yang mengindikasikan kemampuan membentuk kompleks stabil dengan protein target. Derivatif NO₂ menunjukkan afinitas pengikatan terbaik dengan nilai Grid Score sebesar −42,24 kkal/mol, diikuti oleh derivatif CH₃ (−39,54 kkal/mol) dan CF₃ (−39,35 kkal/mol). Analisis interaksi molekuler menunjukkan keterlibatan ikatan hidrogen, interaksi hidrofobik, π-sulfur, dan van der Waals yang berkontribusi terhadap kestabilan kompleks protein–ligan. Variasi nilai Grid Score yang diperoleh menunjukkan bahwa jenis substituen pada cincin thiazole memengaruhi kekuatan interaksi dengan α-amylase, dengan gugus nitro memberikan kontribusi paling signifikan terhadap peningkatan afinitas pengikatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa derivatif thiazole, khususnya thiazole-NO₂, berpotensi dikembangkan sebagai kandidat inhibitor α-amylase untuk mendukung pengembangan agen antidiabetes. Namun, studi lanjutan berupa molecular dynamics, analisis ADMET, serta pengujian in vitro dan in vivo masih diperlukan untuk mengonfirmasi stabilitas, keamanan, dan aktivitas biologis senyawa.