This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN KAPASITAS KOMUNIKASI RESIKO BENCANA PADA MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI MELALUI EDUKASI KESIAPSIAGAAN BENCANA DI BPBD ACEH BARAT Viska Phonna Risma
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aceh Barat merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di Indonesia, mencakup ancaman banjir, gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Dalam konteks kebencanaan, komunikasi risiko memegang peranan strategis sebagai jembatan antara informasi teknis kebencanaan dengan pemahaman masyarakat. Mahasiswa Ilmu Komunikasi memiliki potensi besar sebagai agen komunikasi risiko bencana, namun kapasitas mereka dalam bidang ini belum optimal karena keterbatasan pengalaman praktis dan pemahaman kontekstual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan kapasitas komunikasi risiko bencana pada mahasiswa Ilmu Komunikasi melalui program edukasi kesiapsiagaan bencana yang dilaksanakan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi mahasiswa peserta edukasi, fasilitator BPBD Aceh Barat, serta instruktur kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program edukasi kesiapsiagaan bencana di BPBD Aceh Barat mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam tiga dimensi utama, yaitu: (1) pemahaman konseptual tentang siklus penanggulangan bencana dan komunikasi risiko, (2) keterampilan praktis dalam menyusun dan menyebarluaskan pesan risiko bencana kepada publik, serta (3) pembentukan sikap tanggap dan empati dalam situasi darurat bencana. Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan dan BPBD terbukti efektif dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning) yang relevan dengan kebutuhan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi edukasi kebencanaan dalam kurikulum praktis mahasiswa Ilmu Komunikasi perlu diperkuat secara sistematis, dengan melibatkan lembaga kebencanaan daerah sebagai mitra strategis. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum komunikasi kebencanaan di perguruan tinggi serta penguatan peran mahasiswa sebagai komunikator risiko bencana di masyarakat.