Aktivitas pemeliharaan baterai di gardu distribusi melibatkan tugas manual berulang yang dilakukan di ruang kerja terbatas dengan postur kerja yang tidak netral. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko Gangguan Muskuloskeletal (MSD), khususnya yang memengaruhi leher, bahu, anggota tubuh bagian atas, dan punggung bawah. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko ergonomis yang terkait dengan aktivitas pemeliharaan baterai yang dilakukan oleh personel pemeliharaan di PT. PLN Batam menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) dan untuk merumuskan rekomendasi perbaikan ergonomis berdasarkan kondisi operasional aktual. Studi ini menggunakan pendekatan analitik observasional kuantitatif melalui observasi langsung, dokumentasi postur, dan penilaian ergonomis berbasis RULA di dua lokasi gardu distribusi yang berbeda dengan konfigurasi rak baterai yang berbeda. Hasil penilaian menunjukkan bahwa kedua aktivitas kerja yang diamati memperoleh skor RULA akhir 7, yang termasuk dalam kategori risiko ergonomis sangat tinggi yang membutuhkan tindakan korektif segera. Skor tinggi tersebut terutama dipengaruhi oleh fleksi batang tubuh yang berlebihan, pembengkokan leher, aktivitas jangkauan berulang, postur statis yang berkepanjangan, dan aksesibilitas ruang kerja yang terbatas. Simulasi peningkatan ergonomi yang melibatkan penyesuaian postur, modifikasi aksesibilitas ruang kerja, dan pemanfaatan dukungan ergonomis berhasil menurunkan skor RULA dari 7 menjadi 4 di Lokasi A dan dari 7 menjadi 5 di Lokasi B. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi ergonomis secara signifikan mengurangi paparan risiko muskuloskeletal selama operasi pemeliharaan baterai. Studi ini berkontribusi pada pengembangan praktik penilaian ergonomis di lingkungan pemeliharaan listrik, khususnya di dalam gardu distribusi terbatas yang kurang mendapat perhatian dalam studi ergonomi sebelumnya.