Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Ragi Terhadap Kualitas Tape Beras Ketan (Oryza sativa glutinosa L.) Amran Amran; Abbassyakhrin Abbassyakhrin
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i2.1698

Abstract

Tape merupakan produk fermentasi yang memiliki cita rasa manis dan sedikit beralkohol serta bertekstur lembut. Salah satu faktor penting dalam produksi tape adalah jumlah ragi yang digunakan dalam proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ragi terhadap kualitas tape beras ketan berdasarkan uji organoleptik meliputi aroma, rasa, dan tekstur. Metode yang digunakan adalah eksperimen murni dengan tiga variasi konsentrasi ragi: 1 gram, 2 gram, dan 3 gram untuk 333 gram beras ketan hitam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jumlah ragi memberikan pengaruh nyata terhadap kualitas tape. Konsentrasi ragi 2 gram menghasilkan tape dengan kualitas terbaik secara organoleptik. Tape dengan ragi 1 gram cenderung kurang manis dan sedikit padat, sedangkan ragi 3 gram menghasilkan aroma alkohol menyengat dan tekstur terlalu lembek.
Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di Kota Bima Abbassyakhrin Abbassyakhrin; Erni Suryani
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i1.206

Abstract

Pengelolaan limbah rumah tangga masih menjadi permasalahan lingkungan utama di wilayah perkotaan, termasuk di Kota Bima. Sampah organik yang berasal dari sisa makanan, sayuran, dan dedaunan umumnya dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa pengolahan terlebih dahulu, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, serta meningkatkan emisi gas rumah kaca. Di sisi lain, limbah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat kelurahan Melayu dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi POC melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan pembuatan POC, demonstrasi, serta pendampingan dan evaluasi selama empat bulan (Agustus-November 2025). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, dengan 90% peserta mampu memproduksi POC berkualitas baik dan memanfaatkannya pada tanaman pekarangan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengurangan limbah organik, peningkatan kesadaran lingkungan, serta mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Kota Bima.
Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Sayuran Hidroponik Skala Rumah Tangga di Kelurahan Sadia Kota Bima Abbassyakhrin Abbassyakhrin; Erni Suryani; Ariyansyah Ariyansyah; Irma Rubianti
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i2.264

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat perkotaan akibat keterbatasan lahan dan meningkatnya harga bahan pangan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik yang tidak memerlukan lahan luas, hemat air, dan menghasilkan produk yang berkualitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan sayuran hidroponik skala rumah tangga. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, penyuluhan, demonstrasi pembuatan instalasi hidroponik sistem wick, praktik penyemaian, penanaman, pemeliharaan, serta pendampingan selama satu bulan. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader PKK, dan pemuda. Evaluasi dilakukan melalui pretest-posttest dan observasi keterampilan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 58,4 menjadi 87,9 serta peningkatan keterampilan dalam merakit instalasi hidroponik dan mengelola nutrisi tanaman. Sebanyak 90% peserta berhasil membuat instalasi hidroponik sederhana dan menanam sayuran secara mandiri di rumah. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis pertanian perkotaan.