Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keanekaragaman Jenis Ikan Tangkapan Nelayan Di Tempat Pelelangan Ikan Kecamatan Sape Bakhtiar Bakhtiar; Rosninda Rosninda; Fahruddin Fahruddin
JUSTER : Jurnal Sains dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): JUSTER: Jurnal Sains dan Terapan
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/juster.v4i2.1808

Abstract

Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kecamatan Sape menjadi lokasi utama pendaratan hasil tangkapan nelayan yang terdiri atas berbagai jenis ikan dan biota laut. Namun, berdasarkan observasi awal, belum tersedia data administrasi yang sistematis terkait keragaman jenis ikan yang didaratkan. Hal ini menyulitkan peneliti maupun pihak lain dalam mengidentifikasi dan mengelompokkan spesies ikan di perairan Sape secara pasti. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi ilmiah mengenai keragaman jenis ikan tangkapan nelayan di TPI Kecamatan Sape. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik survei. Data diperoleh melalui pengukuran dan pengamatan langsung terhadap hasil tangkapan nelayan, kemudian dianalisis secara statistik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ikan dengan jumlah tangkapan tertinggi adalah Ikan Layang (187.130 kg), Ikan Cakalang (65.463 kg), Ikan Tembang (27.365 kg), dan Ikan Tongkol Komo (12.810 kg). Sementara itu, spesies dengan jumlah tangkapan terendah adalah Ikan Kerapu Merah dan Ikan Lemadang (masing-masing 15 kg), Ikan Swanggi (11 kg), dan Ikan Kerapu Batik (2 kg) pada bulan Juni 2024.Dari segi ukuran, terdapat variasi antar spesies. Contohnya, Ikan Cakalang rata-rata berukuran 16 cm, setengah dari ukuran dewasanya yang mencapai 40 cm. Ikan Tenggiri Batang tercatat hanya 89 cm, jauh lebih kecil dibandingkan ukuran dewasanya yang bisa mencapai 240 cm. Hal ini diduga karena nelayan di Kecamatan Sape umumnya menggunakan perahu kecil saat melaut, sehingga memengaruhi jenis dan ukuran ikan yang berhasil ditangkap.
Integrasi Pertanian Lokal Kota Bima dalam Pendidikan Biologi sebagai Pembelajaran Kontekstual Berbasis Kearifan Lokal Bakhtiar Bakhtiar
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v3i1.216

Abstract

Kota Bima memiliki potensi pertanian yang cukup beragam, meliputi pertanian lahan kering, sawah tadah hujan, serta komoditas hortikultura dan tanaman pangan lokal. Potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi pertanian lokal Kota Bima dalam pembelajaran biologi sebagai upaya meningkatkan pemahaman konsep, literasi sains, dan kepedulian lingkungan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis deskriptif kontekstual dengan mengkaji data pertanian Kota Bima, kurikulum biologi, serta hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem pertanian lokal Kota Bima sangat relevan dengan materi ekologi, fisiologi tumbuhan, keanekaragaman hayati, dan lingkungan hidup. Integrasi pertanian lokal dalam pendidikan biologi mampu menjadikan pembelajaran lebih bermakna, kontekstual, serta menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan berbasis kearifan lokal.