Ode Zulaeha
Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan Institut Sains dan Kependidikan Kie Raha Maluku Utara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Etnomatematika Dalam Pembelajaran Problem-Based Learning Untuk Menumbuhkan Kreativitas Dan Cara Berpikir Kritis Siswa SMP Lisdawati Sapsuha; Mutia B.Hi Husein; Ode Zulaeha
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1175

Abstract

Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran matematika penting untuk menghadirkan konteks budaya lokal yang bermakna serta menumbuhkan kreativitas dan berpikir kritis siswa SMP. Dalam pembelajaran abad ke-21, model Problem-Based Learning (PBL) dinilai efektif karena melibatkan siswa dalam pemecahan masalah autentik yang relevan dengan realitas budaya mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas integrasi etnomatematika dalam PBL terhadap kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory dengan subjek siswa kelas VIII SMP yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui tes kreativitas dan berpikir kritis, observasi, serta wawancara, selama empat pertemuan pembelajaran PBL berbasis etnomatematika. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan paired t-test dan effect size, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika dalam PBL secara signifikan meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa. Konteks budaya terbukti memperkuat proses kognitif dan afektif dalam pembelajaran matematika. Implikasinya, guru disarankan mengintegrasikan budaya lokal secara sistematis dalam PBL, dan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan perangkat etnomatematika-PBL yang lebih luas dan terstandar.
Upaya Penguatan Keterampilan Abad 21 Siswa SMP Dilingkungan Pembelajara Model Berdiferensiai Yuliana Jufri; Anona Rustam; Ode Zulaeha
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1176

Abstract

Perkembangan teknologi dan kebutuhan global menuntut peserta didik memiliki keterampilan abad ke-21 yang mencakup berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah menengah pertama masih cenderung bersifat seragam, belum sepenuhnya mengakomodasi keberagaman kebutuhan belajar siswa (Tomlinson, 2017). Penelitian ini menjadi penting untuk mengkaji bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan keterampilan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya penguatan keterampilan abad 21 melalui penerapan model pembelajaran berdiferensiasi pada siswa SMP serta menganalisis dampak implementasinya terhadap kemampuan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 62 siswa kelas VIII dari dua sekolah negeri berbeda. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi keterampilan abad 21, angket persepsi siswa, serta rubrik penilaian proyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi kelas, penilaian berbasis proyek, dan wawancara singkat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perbedaan nilai rata-rata untuk melihat perubahan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi meningkatkan keterampilan abad 21 secara signifikan, terutama pada aspek kolaborasi (Δ = 0.32) dan kreativitas (Δ = 0.28). Siswa dengan variasi gaya belajar yang sebelumnya memiliki capaian rendah menunjukkan peningkatan partisipasi dan pemahaman konsep. Temuan ini mendukung pandangan bahwa diferensiasi konten, proses, dan produk memungkinkan setiap siswa belajar sesuai kesiapan dan minatnya (Heacox & Cash, 2020). Penelitian ini merekomendasikan guru untuk mengintegrasikan strategi diferensiasi secara konsisten, memperkuat asesmen diagnostik, serta mengembangkan proyek berbasis masalah yang menstimulasi kompetensi abad 21. Implikasi bagi sekolah adalah perlunya pelatihan rutin terkait desain pembelajaran berdiferensiasi guna menumbuhkan budaya belajar adaptif yang relevan dengan tuntutan era modern.
Implementasi Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Deep Learning Untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Kreatif Siswa SMA Nur Trifitriani Ode; Fikri Miraji; Ode Zulaeha
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 1 (2026): Januari-Maret 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i1.1177

Abstract

Peningkatan keterampilan berpikir kritis dan kreatif menjadi tuntutan utama pembelajaran matematika abad ke-21, terutama pada jenjang SMA yang menuntut kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional yang kompleks. Namun, praktik pembelajaran di kelas masih didominasi pendekatan konvensional yang kurang memberi ruang interaksi bermakna dan eksplorasi ide siswa. Penelitian ini penting dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan model pembelajaran inovatif yang mampu menstimulasi kolaborasi, pemecahan masalah, serta elaborasi ide melalui pemanfaatan teknologi mutakhir seperti deep learning. Tujuan penelitian ini adalah mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran kolaboratif berbasis deep learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa SMA pada materi matematika. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan subjek 68 siswa kelas XI yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen terdiri atas tes berpikir kritis, tes berpikir kreatif, lembar observasi aktivitas kolaboratif, serta log aktivitas pembelajaran berbantuan platform deep learning. Prosedur pengumpulan data mencakup pretest–posttest, observasi kelas, dan analisis jejak digital pembelajaran. Data dianalisis menggunakan uji ANCOVA dan analisis kualitatif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar melalui model kolaboratif berbasis deep learning mengalami peningkatan signifikan pada kemampuan berpikir kritis dan kreatif dibandingkan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Analisis kualitatif mengungkap bahwa visualisasi otomatis, rekomendasi pemecahan masalah, serta umpan balik adaptif dari sistem deep learning mendorong interaksi kolaboratif yang lebih kaya dan eksploratif. Implikasinya, integrasi deep learning dalam pembelajaran matematika direkomendasikan sebagai strategi pedagogis inovatif untuk memperkuat kemampuan berpikir tingkat tinggi. Guru perlu mendapatkan pelatihan tentang desain aktivitas kolaboratif digital, sementara sekolah perlu menyediakan infrastruktur teknologi yang memadai.