p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Social Society
Syamsu A Kamaruddin
Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dinamika Sosial di Perbatasan: Adaptasi Masyarakat Sebatik dalam Arus Urbanisasi Bagus Mastory; Syamsu A Kamaruddin; A. Octamaya Tenri Awaru
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.612

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya memahami bagaimana masyarakat perbatasan beradaptasi secara sosial dalam konteks keterbatasan institusional, perubahan demografis, serta tekanan ekonomi dan identitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk adaptasi sosial yang berkembang di luar kerangka formal negara, serta memahami strategi warga dalam membangun kehidupan sehari-hari di tengah keterhubungan transnasional. Metode yang digunakan yaitu kualitatif melalui analisis tematik terhadap data sekunder berupa statistik kependudukan, laporan pemerintah, dan literatur akademik, studi ini mengulas empat dinamika utama: adaptasi terhadap pergeseran demografis, relasi sosial antar-etnis, praktik ekonomi dengan penggunaan dua mata uang (rupiah dan ringgit), serta perdagangan lintas batas yang bersifat informal. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat Sebatik membangun praktik adaptasi sosial yang bersifat fungsional dan situasional melalui agensi informal, jejaring sosial, dan strategi pragmatis, bukan melalui integrasi formal negara. Dengan menggunakan kerangka borderland theory, everyday bordering, dan peripheral urbanization, studi ini menegaskan bahwa ruang perbatasan merupakan arena sosial yang dinamis, di mana identitas, ekonomi, dan keberadaan dinegosiasikan secara terus-menerus oleh warganya. Artikel ini memberikan kontribusi penting bagi kajian sosiologi perbatasan, dengan menunjukkan bahwa keberagaman dan fleksibilitas bukan sekadar konsekuensi dari posisi geografis, tetapi justru menjadi modal sosial utama dalam membangun ketahanan masyarakat perbatasan di tengah perubahan struktural yang cepat.
Media Sosial Sebagai Agen Sosialisasi Baru: Peluang dan Tantangan Ahmad Ilham; Syamsu A Kamaruddin; A. Octamaya Tenri Awaru
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.613

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan memahami bagaimana media sosial memengaruhi proses sosialisasi remaja, mengingat pergeseran interaksi sosial dari dunia nyata ke dunia digital yang membawa peluang sekaligus tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan media sosial dalam proses sosialisasi remaja. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah, seperti buku, jurnal, dan artikel yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teori interaksionisme simbolik untuk memahami makna simbol-simbol digital dalam interaksi sosial remaja. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memberikan banyak peluang positif, seperti sarana ekspresi diri, penguatan identitas sosial, akses informasi edukatif, serta pengembangan jaringan sosial dan solidaritas kolektif dalam komunitas digital. Simbol-simbol komunikasi digital, seperti emoji, caption, foto, dan video, berperan penting dalam membentuk persepsi dan pola interaksi sosial remaja. Namun, media sosial juga menghadirkan tantangan signifikan, antara lain kecanduan digital, penurunan kualitas komunikasi tatap muka, cyberbullying, tekanan sosial untuk memenuhi standar ideal digital, serta distorsi nilai dan norma sosial. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif keluarga, sekolah, dan kebijakan publik yang mendukung literasi digital dan perlindungan remaja di ruang digital. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pendidikan dan pendampingan sosial untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana sosialisasi yang konstruktif dan berkelanjutan bagi remaja.
Konflik Etnis dan Stabilitas Sosial Fila Sasmita; Syamsu A Kamaruddin; A. Octamaya Tenri Awaru
Journal Social Society Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.5.1.2025.616

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini terletak pada perlunya pemahaman yang mendalam dan solusi yang komprehensif terhadap konflik etnis yang terus mengancam kohesi sosial dan stabilitas nasional di tengah keragaman masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kompleksitas konflik etnis dan dampak buruknya terhadap stabilitas sosial, khususnya dalam konteks masyarakat multikultural Indonesia. Melalui pendekatan studi pustaka kualitatif yang komprehensif, penelitian ini mengeksplorasi akar penyebab konflik etnis yang sering kali berakar pada perbedaan identitas, budaya, atau agama, dan diperburuk oleh faktor-faktor seperti ketidakadilan ekonomi, diskriminasi, perebutan sumber daya, dan manipulasi politik. Analisis mendalam terhadap berbagai perspektif teoritis, termasuk Teori Konflik Karl Marx dan Teori Identitas Sosial Henri Tajfel, memberikan kerangka kerja yang kaya untuk memahami dinamika konflik sosial dan peran identitas kelompok di dalamnya. Lebih jauh, tulisan ini mengidentifikasi berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi konflik etnis dan menjaga stabilitas sosial, termasuk strategi pencegahan seperti pendidikan multikultural, pembangunan ekonomi yang inklusif, tata pemerintahan yang baik, dialog antarkelompok, dan mekanisme penyelesaian konflik melalui mediasi, negosiasi, rekonsiliasi, dan penegakan hukum yang ketat. Studi ini menegaskan bahwa konflik etnis merupakan ancaman signifikan terhadap kohesi dan stabilitas sosial. Namun, melalui pendekatan komprehensif yang melibatkan pencegahan proaktif dan penyelesaian konflik yang efektif, didukung oleh peran serta aktif seluruh elemen masyarakat dan kerja sama internasional, potensi konflik etnis dapat diminimalkan dan stabilitas sosial dapat dipertahankan. Pengalaman Indonesia menyoroti pentingnya nilai-nilai dialog, toleransi, dan keadilan sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat multikultural yang harmonis dan inklusif.