Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Platform All Indonesia sebagai Sistem Deklarasi Terpadu Penumpang Internasional Firly Nathania Fassya
Journal Social Society Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.1.2026.977

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan keamanan di pintu masuk negara guna mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Platform All Indonesia sebagai sistem deklarasi terpadu penumpang internasional dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur sistematis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi penelitian meliputi seluruh dokumen kebijakan, literatur ilmiah, dan laporan resmi terkait Platform All Indonesia yang dipublikasikan hingga September 2025. Sampel dipilih secara purposive sampling berdasarkan relevansi dan kredibilitas sumber. Instrumen penelitian berupa matriks analisis dokumen dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan teknik analisis konten tematik untuk mengidentifikasi pola, tema, dan temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Platform All Indonesia berhasil meningkatkan efisiensi pelayanan secara signifikan dengan mengurangi waktu pengisian formulir dari 15-20 menit menjadi 2,5 menit (83% lebih cepat) dan mengintegrasikan empat instansi pemerintah (Imigrasi, Bea Cukai, Kesehatan, dan Karantina) dalam satu sistem digital. Platform ini juga berhasil meningkatkan akurasi data hingga 75% dan memberikan fleksibilitas akses dengan mengintegrasikan penumpang-penumpang yang mengisi deklarasi 3 hari sebelum kedatangan. Namun, implementasi menghadapi tantangan berupa kesenjangan infrastruktur digital antarwilayah, keterbatasan literasi digital SDM (skor 3,65 dari 5), dan resistensi budaya organisasi terhadap perubahan. Platform All Indonesia terbukti efektif sebagai model best practice untuk transformasi digital pelayanan publik, namun memerlukan penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital SDM, dan manajemen perubahan organisasi untuk optimalisasi implementasi sesuai visi Indonesia Digital 2045
Implementation of the Eazy Passport Service Policy in Improving the Quality of Passport Issuance Services Fadil Briandito; Firly Nathania Fassya
Lead Journal of Economy and Administration Vol 4 No 1 (2025): Lead Journal of Economy and Administration (LEJEA)
Publisher : International Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56403/lejea.v4i1.354

Abstract

This study evaluates the Eazy Passport policy as a mobile, collective application innovation that reorients Indonesian immigration services from a government centred to a citizen centred model to expand equitable access during and after the COVID-19 period. Using a systematic literature review of policy documents, operational circulars, and field reports from 2020 - 2025, the analysis employs the SERVQUAL framework to synthesise evidence across tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy in community based delivery contexts. Findings indicate consistent gains in tangibility, responsiveness, assurance, and empathy enabled by on site biometric capture, transparent SOPs, and proximity to applicant communities which reduce office queues, lower travel costs, and target a four working day turnaround after payment. Reliability gaps persist where ICT connectivity is unstable and applicant document readiness is uneven, producing variability in completion times and occasional rework at service points. The study recommends standardising a minimum facility package for all mobile units, building connectivity redundancy and offline contingencies, providing concise pre service education (checklists and micro videos) tailored to vulnerable groups, and upskilling staff in technical and communication competencies to close residual quality gaps. Overall, Eazy Passport demonstrates measurable service quality improvements aligned with public service reform goals, with further scalability contingent on targeted infrastructure and capability strengthening across diverse locales.