Astri Della Puspita
Universitas Ekuitas Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Empiris : Analisis Penerapan Sustainability Reporting di Negara-Negara Asia Astri Della Puspita; Sifa Tresna Solihat; Yane Devi Anna
Journal Social Society Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.1.2026.1073

Abstract

Urgensi penelitian ini yaitu mengingat tekanan global terhadap transparansi ESG di Asia yang semakin ketat, sehingga analisis empiris penerapan sustainability reporting di berbagai negara Asia diperlukan untuk mengidentifikasi kesenjangan pelaporan, menyelaraskan standar seperti GRI dan TCFD, serta mendukung strategi keberlanjutan perusahaan menghadapi risiko iklim dan ekspektasi investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sustainability Reporting (SR) di sepuluh negara Asia dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengungkapannya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur terhadap berbagai jurnal dan laporan penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015-2025 yang membahas pelaksanaan SR di sepuluh negara. Dengan kriteria literatur iklusi dengan kata kunci Sustainability Reporting. Termasuk Indonesia, Vietnam, Singapura, Malaysia, Filipina, Jepang, dan India. Hasil menunjukkan bahwa penerapan SR di Asia masih beragam, yang dipengaruhi oleh kekuatan regulasi, dukungan pemerintah, dan kesadaran perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan. Tingkat penerapan tertinggi terlihat di negara seperti Singapura dan Thailand, yang telah mewajibkan pelaporan keberlanjutan berdasarkan standar internasional seperti GRI dan ISSB, dengan laporan yang berkualitas tinggi dan konsisten. Sebaliknya, Pakistan dan Vietnam memiliki tingkat penerapan terendah karena belum memiliki regulasi wajib dan masih terbatas pada inisiatif sukarela. Temuan ini menegaskan perlunya penyelarasan kebijakan, peningkatan kapasitas institusional, serta penelitian lebih mendalam mengenai pengaruh SR terhadap transparansi, kinerja perusahaan, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pengaruh Carbon Emission Disclosure dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2022-2024) Erlynda Yuniarti Kasim; Astri Della Puspita
Jurnal Riset Akuntansi, Perpajakan dan Auditing Vol. 4 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Akademi Akuntansi Indonesia Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62194/z4skha23

Abstract

Nilai perusahaan merupakan salah satu indikator penting yang mencerminkan persepsi investor terhadap kinerja dan prospek perusahaan di masa depan. Dalam beberapa tahun terakhir, isu keberlanjutan lingkungan menjadi perhatian utama bagi investor dan pemangku kepentingan, khususnya pada perusahaan sektor energi yang memiliki tingkat emisi karbon relatif tinggi. Selain aspek lingkungan, kebijakan dividen juga menjadi faktor yang dipertimbangkan investor dalam menilai kinerja perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Carbon Emission Disclosure dan Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Sampel penelitian terdiri atas 20 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 60 observasi perusahaan-tahun. Carbon Emission Disclosure diukur menggunakan Carbon Emission Disclosure Index, Kebijakan Dividen diproksikan dengan Dividend Payout Ratio (DPR), sedangkan Nilai Perusahaan diukur menggunakan Tobin’s Q. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Carbon Emission Disclosure berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan, sedangkan Kebijakan Dividen berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Selain itu, kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa investor masih memberikan perhatian yang besar terhadap kebijakan dividen, sementara pengungkapan emisi karbon belum sepenuhnya dipersepsikan sebagai faktor yang meningkatkan nilai perusahaan pada sektor energi.