Melukat dalam tradisi Hindu Bali dengan sakramen Baptisan dalam Kekristenan, guna mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dari sisi tujuan, media, prosedur, serta makna teologisnya. Melukat adalah ritual penyucian diri baik secara fisik maupun spiritual yang dilaksanakan dengan menggunakan media air suci di tempat-tempat yang disakralkan, seperti sumber mata air, danau, atau pura. Ritual ini diyakini mampu membersihkan jiwa dari energi negatif, memperbaiki keseimbangan emosional, dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dalam perspektif Hindu Bali, Melukat merupakan bagian integral dari upacara Manusia Yadnya, yang bertujuan untuk menyucikan manusia secara lahir dan batin guna menjalani kehidupan yang selaras dengan dharma. Di sisi lain, dalam tradisi Kristen, Baptisan merupakan sakramen yang melambangkan pembersihan dosa melalui darah Yesus Kristus, kematian terhadap kehidupan lama, dan kebangkitan sebagai ciptaan baru dalam iman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai sumber sekunder yang relevan, termasuk literatur keagamaan, jurnal ilmiah, dan tafsiran kitab suci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kedua tradisi memiliki latar belakang teologis dan prosedur ritual yang berbeda, keduanya memiliki kesamaan dalam aspek tujuan yakni penyucian diri dari hal-hal negativ serta dalam penekanan pada transformasi spiritual, pertobatan, dan pencarian kedekatan dengan Yang Maha Kuasa. Perbedaan mendasar terletak pada sarana penyucian: Melukat menggunakan air suci dari alam, sedangkan Baptisan mengandalkan kuasa darah Kristus sebagai agen penyucian yang permanen.