Diana Vivanti Sigit
Master Program of Biology Education, Faculty of Mathematics and Natural Science, Universitas Negeri Jakarta, East Jakarta, Special Capital Region of Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of a thinking actively in a social context (TASC)-based digital worksheet ecosystem (DWE) to improve creative thinking ability Henny Iriantini; Diana Vivanti Sigit; Rizhal Hendi Ristanto
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23254

Abstract

Digital Worksheet Ecosystem (DWE) based on Tasc (Thinking Actively In Social Context) was developed as an innovative learning media to facilitate understanding of ecosystem material interactively and contextually. This study aims to develop DWE and analyze its feasibility and influence on students' creative thinking skills. The research method uses the Hannafin and Peck development model consisting of needs analysis, design, and development and implementation, followed by evaluation and revision at each stage. The results of expert validation showed that DWE is very valid and feasible to use as a biology learning media. The results of the test percentage of creative thinking skills in the experimental class and the highest control class in the ability of flexible thinking indicators (experimental), the experimental class at 98.5% and the control class at 90.5%, while in the experimental class the lowest value on the original thinking indicator (originality ) equal to 55.00% and the control class on the original thinking indicator (originality) of 46.5%. The results showed that the average value of the ability to think creatively in the experimental class scored 76.94 while the control class scored 68.02. The implementation of DWE showed a significant improvement in students' creative thinking skills in terms of fluency, flexibility, originality, and elaboration. These findings indicate that TASC-based DWE is effective in improving students' creative thinking skills in biology learning.Abstrak. Ekosistem Lembar Kerja Digital (DWE) yang didasarkan pada Tasc (Berpikir Aktif dalam Konteks Sosial) dikembangkan sebagai media pembelajaran inovatif untuk memfasilitasi pemahaman materi ekosistem secara interaktif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan DWE dan menganalisis kelayakan serta pengaruhnya terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa. Metode penelitian menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck yang terdiri dari analisis kebutuhan, desain, pengembangan, dan implementasi, diikuti dengan evaluasi dan revisi pada setiap tahap. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa DWE sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran biologi. Hasil persentase kemampuan berpikir kreatif pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tertinggi dalam indikator kemampuan berpikir fleksibel (eksperimen), kelas eksperimen sebesar 98,5% dan kelas kontrol sebesar 90,5%, sementara pada kelas eksperimen nilai terendah pada indikator pemikiran asli (originalitas) sebesar 55,00% dan kelas kontrol pada indikator pemikiran asli (originalitas) sebesar 46,5%. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kreatif di kelas eksperimen sebesar 76,94 sementara kelas kontrol sebesar 68,02. Penerapan DWE menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berpikir kreatif siswa dalam hal kelancaran, fleksibilitas, keaslian, dan elaborasi. Temuan ini menunjukkan bahwa DWE berbasis TASC efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran biologi.
The influence of problem-based learning with socio-scientific issues on improving concept mastery and critical thinking in biotechnology Devi Nurfadhila; Diana Vivanti Sigit; Tri Handayani Kurniati
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23730

Abstract

The low conceptual mastery and critical thinking skills of grade 10 students in biotechnology create a need for a more contextual and meaningful learning model. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model integrated with Socio-Scientific Issues (SSI) on conceptual mastery and critical thinking skills in biotechnology. The study used a quasi-experimental design with two groups: an experimental class using PBL integrated with SSI and a control class using the Discovery Learning model. Data were collected through pre-tests and post-tests using multiple-choice questions for conceptual mastery and essays for critical thinking skills. The research results show that the experimental class had an average conceptual mastery score of 85, which was higher than the control class’s score of 67. For critical thinking skills, the experimental class obtained an average score of 81, while the control class scored 74. The MANOVA statistical test yielded p < 0.05, indicating that the PBL-SSI model had a significant effect on conceptual mastery and critical thinking skills. N-Gain analysis showed a high increase in the experimental group and a moderate increase in the control group. This indicates that integrating PBL with SSI creates a meaningful learning environment, promoting better conceptual understanding and critical thinking skills. The impact of this study is expected to serve as a reference for developing innovative learning methods in future biology education.Abstrak. Keterampilan penguasaan konsep dan berpikir kritis siswa kelas 10 dalam bioteknologi yang rendah menciptakan kebutuhan akan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) yang terintegrasi dengan Isu-Isu Sosial-Ilmiah (SSI) terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis dalam bioteknologi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan PBL terintegrasi dengan SSI dan kelas kontrol yang menggunakan model Pembelajaran Penemuan. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir menggunakan soal pilihan ganda untuk penguasaan konsep dan esai untuk keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki skor rata-rata penguasaan konsep sebesar 85, yang lebih tinggi daripada skor kelas kontrol sebesar 67. Untuk keterampilan berpikir kritis, kelas eksperimen memperoleh skor rata-rata 81, sementara kelas kontrol mendapatkan skor 74. Uji statistik MANOVA menghasilkan p < 0.05, menunjukkan bahwa model PBL-SSI memiliki dampak signifikan terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan tinggi pada kelompok eksperimen dan peningkatan moderat pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan SSI menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, yang mempromosikan pemahaman konseptual yang lebih baik dan keterampilan berpikir kritis. Dampak penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengembangkan metode pembelajaran inovatif dalam pendidikan biologi di masa depan.