Aulia Ajizah
Department of Biology Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin City, South Kalimantan, 70123

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of bryophyta modules based on moss diversity in the Mandiangin tropical rainforest biodiversity park, South Kalimantan Noorsalamiah Noorsalamiah; Aulia Ajizah; Sri Amintarti
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v4i2.67

Abstract

This study was motivated by the limited availability of contextual and locally-based biology teaching materials, particularly on the topic of mosses (Bryophyta), which requires high conceptual and visualization skills. This study aims to develop and test the feasibility and practicality of a locally-based biology learning module on Bryophyta for 10th grade high school students. The research method used the Four-D (Define, Design, Develop, and Disseminate) development model from Thiagarajan et al. Data collection was carried out through field exploration of the diversity of moss species in the Mandiangin Tropical Rainforest Biodiversity Park, South Kalimantan, followed by validity testing by experts and practicality testing by students. The validation results by two expert lecturers showed that the module was highly valid with an average score of 93.06%, covering aspects of content feasibility, language, and presentation. Meanwhile, the practicality test obtained an average score of 87.56% with a highly practical category. These results indicate that the developed module is feasible, interesting, and effective in helping students understand the concept of Bryophyta through real examples from the surrounding environment. The integration of local potential in the module also supports contextual learning and strengthens students' ecological literacy. This module contributes to the enrichment of local potential-based biology learning resources and can be used by teachers as an alternative innovative teaching material for independent learning. Further research is recommended to integrate digital technology and test the effectiveness of the module in improving student learning outcomes, critical thinking skills, and environmental awareness. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya ketersediaan bahan ajar biologi yang kontekstual dan berbasis potensi lokal, khususnya pada topik tumbuhan lumut (Bryophyta) yang menuntut kemampuan konseptual dan visualisasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan dan kepraktisan modul pembelajaran biologi berbasis potensi lokal pada materi Bryophyta untuk peserta didik kelas X SMA. Metode penelitian menggunakan model pengembangan Four-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate) dari Thiagarajan et al. Pengumpulan data dilakukan melalui eksplorasi lapangan terhadap keanekaragaman jenis lumut di Taman Keanekaragaman Hayati Hutan Hujan Tropis Mandiangin, Kalimantan Selatan, dilanjutkan dengan uji validitas oleh ahli dan uji kepraktisan oleh peserta didik. Hasil validasi oleh dua dosen ahli menunjukkan kategori sangat valid dengan skor rata-rata 93,06%, meliputi aspek kelayakan isi, kebahasaan, dan penyajian. Sementara itu, uji kepraktisan memperoleh skor rata-rata 87,56% dengan kategori sangat praktis. Hasil ini menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan layak, menarik, dan efektif dalam membantu peserta didik memahami konsep Bryophyta melalui contoh nyata dari lingkungan sekitar. Integrasi potensi lokal dalam modul juga mendukung pembelajaran kontekstual dan memperkuat literasi ekologis siswa. Modul ini berkontribusi terhadap pengayaan sumber belajar biologi berbasis potensi lokal dan dapat digunakan guru sebagai alternatif bahan ajar inovatif untuk pembelajaran mandiri. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengintegrasikan teknologi digital serta menguji efektivitas modul terhadap peningkatan hasil belajar, keterampilan berpikir kritis, dan kesadaran lingkungan peserta didik.
Validity of the development of a digital handout on bryophyte diversity based on problem-based learning (PBL) in Tahura Sultan Adam Mandiangin Siti Maryati; Aulia Ajizah; Amalia Rezeki
Practice of The Science of Teaching Journal: Jurnal Praktisi Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : HAFECS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58362/hafecspost.v4i2.126

Abstract

The development of digital handouts based on Problem-Based Learning (PBL) is important to improve the quality of contextual, interactive learning, and in accordance with the demands of 21st century skills. Biodiversity such as moss (Bryophyta) can be a direct source of learning in learning Cryptogamae courses that can be packaged as teaching materials in the form of digital moss handouts based on PBL. The development of digital handouts can increase the attractiveness of students and overcome obstacles in learning moss material that is difficult for students. This research and development aim to describe the validity of the developed digital handouts. The teaching material development model used is the ADDIE model which is limited to the development stage. The subjects in the study consisted of material validation tests and media experts. The developed digital handout product obtained a percentage of 91.50% in the material validation test with very valid criteria, 70.40% in the media validation test with valid criteria. Based on these results, the digital handout is suitable for use as a support for the Cryptogamae course on moss material. In addition, this study shows that the PBL model packaged in digital handouts can increase student engagement and understanding of complex materials and can be used as a reference for other digital teaching materials. Abstrak. Pengembangan handout digital berbasis Problem-Based Learning (PBL) penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang kontekstual, interaktif, dan sesuai dengan tuntutan keterampilan abad ke-21. Keragaman hayati seperti lumut (Bryophyta) dapat menjadi sumber belajar langsung dalam pembelajaran mata kuliah Cryptogamae yang dapat dikemas sebagai bahan ajar berupa handout digital lumut berbasis PBL. Pengembangan handout digital dapat meningkatkan daya tarik peserta didik dan mengatasi kendala dalam mempelajari materi lumut yang sulit bagi peserta didik. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas terhadap handout digital yang dikembangkan. Model pengembangan bahan ajar yang digunakan adalah model ADDIE yang dibatasi sampai tahap pengembangan (development). Subyek dalam penelitian terdiri dari uji validasi materi dan media. Produk handout digital yang dikembangkan memperoleh persentase 91,50% pada uji validasi materi dengan sangat valid, 70,40% pada uji validasi media dengan kriteria valid. Berdasarkan hasil tersebut, maka handout digital layak digunakan sebagai penunjang mata kuliah Cryptogamae pada materi lumut. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa model PBL yang dikemas dalam handout digital dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang kompleks dan dapat menjadi acuan sebagai bahan ajar digital lainnya.