Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Emotional Exhaustion, Ethical Climate, Ethical Leadership, Work-Life Balance terhadap Turnover Intention Melalui Job Satisfaction pada Karyawan Pt Kharisma Abadi Group Sidoarjo Kirana Valentie; Hananiel Mennoverdi Gunawan
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32720

Abstract

Fenomena tingginya turnover karyawan menjadi tantangan serius dalam manajemen sumber daya manusia, khususnya pada organisasi padat karya seperti PT Kharisma Abadi Group di Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh emotional exhaustion, self-interest ethical climate, ethical leadership, dan work-life balance terhadap turnover intention dengan job satisfaction sebagai variabel mediasi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 134 karyawan PT Kharisma Abadi Group. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan teknik Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional exhaustion dan self-interest ethical climate berpengaruh positif terhadap turnover intention, sedangkan ethical leadership dan work-life balance berpengaruh negatif. Selain itu, job satisfaction terbukti berperan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara faktor psikologis dan organisasional terhadap turnover intention. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan etis, keseimbangan kerja–kehidupan, dan peningkatan kepuasan kerja untuk menekan niat keluar karyawan. Secara praktis, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam merancang kebijakan strategis yang mendukung kesejahteraan dan retensi karyawan.
Analisis Pengaruh Kompetensi Karyawan dan Competence-Job Fit terhadap Kinerja Bisnis dengan Kepuasan dan Kinerja Karyawan sebagai Variabel Mediasi Ramadanny Samuel Tucunan; Hananiel Mennoverdi Gunawan
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kompetensi Karyawan dan Competence-Job Fit Terhadap Kinerja Bisnis Dengan Kepuasan dan Kinerja Karyawan Sebagai Variabel Mediasi (Studi Kasus pada PT Pegadaian Kantor Area Pati). Melalui pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 126 karyawan PT Pegadaian Kantor Area Pati,. Teknik analisis data menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; 2) kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan; 3) Competence job-fit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; 4) competence job-fit berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan; 5) Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan; 6) Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis; 7) Kinerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja bisnis; 8) Kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap kinerja bisnis; 9) Kepuasan kerja dapat memediasi pengaruh positif dan signifikan competence job-fit terhadap kinerja bisnis; 10) Kinerja karyawan dapat memediasi pengaruh positif dan signifikan kompetensi terhadap kinerja bisnis; 11) Kinerja karyawan dapat memediasi pengaruh positif dan signifikan competence job-fit terhadap kinerja bisnis. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi karyawan dan kesesuaian kompetensi-pekerjaan berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis melalui kepuasan dan kinerja karyawan sebagai variabel mediasi.