Gula semut adalah salah satu hasil olahan dengan bahan baku nira kelapa. pengembangan gula semut lebih optimal dilakukan dengan system kemitraan karena pangsa pasar lebih banyak untuk skala ekspor. Di Kabupaten Banyumas terdapat dua perusahaan agribisnis gula semut, yaitu CV. Hugo Inovasi dan PT. Emirago Farmfood Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberdayaan pengrajin gula semut di Kabupaten Banyumas dan untuk merumuskan strategi pemberdayaan pengrajin gula semut di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis data menggunakan evaluasi CIPP dengan interpretasi nilai menggunakan Rumus Persentase Skala Likert. Perumusan strategi pemberdayaan pengrajin gula semut menggunakan analisis SWOT QSPM. Hasil penelitian dengan pendekatan CIPP di CV. Hugo Inovasi pada variabel process sebesar 96,90% dengan kategori sangat efektif dan nilai terendah pada variabel context sebesar 84,40% dengan kategori sangat efektif, sedangan hasil penelitian dengan pendekatan CIPP di PT. Emirago Farmfood Indonesia pada variabel product sebesar 97,70% dengan kategori sangat efektif dan nilai terendah pada variabel context sebesar 83,80% dengan kategori sangat efektif. Analisis SWOT QSPM dilakukan melalui 3 tahap yaitu tahap pemasukan, tahap pencocokan dan tahap keputusan. Evaluasi progam pemberdayaan pengrajin gula semut di Kabupaten Banyumas menggunakan metode CIPP di CV. Hugo Inovasi dengan nilai persentase sebesar 93,43% dengan kategori sangat efektif dan melalui PT. Emirago Farmfood Indonesia dengan nilai persentase sebesar 93,45% dengan kategori sangat efektif. Hasil analisis SWOT QSPM menunjukan prioritas utama strategi untuk pemberdayaan pengrajin gua semut di Kabupaten Banyumas adalah meningkatkan ekspor gula kelapa organik.