Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Hafalan ke Arabisasi: Tradisi Puisi Pra-Islam dalam Kebijakan Pendidikan Umayyah dan Relevansinya bagi Literasi Digital Era 5.0 Kamila Khoirunniswatil Azkiya; A. Nurul Kawakip
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 6 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i6.32901

Abstract

Puisi hafalan dan tradisi sastra dalam masyarakat Arab pra-Islam dapat dipahami tidak hanya sebagai karya sastra tetapi juga sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, mengidentifikasi diri, dan mengingat masa lalu. Pada masa Dinasti Umayyah, tradisi tersebut tidak dihapus, melainkan diolah melalui kebijakan Arabisasi, penguatan kuttab, dan pengembangan halaqah sebagai ruang pendidikan yang lebih formal. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menunjukkan hubungan antara kebijakan pendidikan Umayyah dan tradisi lisan pra-Islam, serta menunjukkan relevansinya untuk literasi digital di era Society 5.0. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dan analisis isi-historis terhadap sumber primer dan sekunder, termasuk Al-Qur'an, hadis sahih, kitab klasik, buku sejarah, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Jahiliyah berperan sebagai sarana pembentukan dan transmisi pengetahuan yang bertumpu pada ritme, pengulangan, dan narasi. Tradisi oral tersebut kemudian dilembagakan oleh Dinasti Umayyah melalui pendidikan bahasa Arab dan pembelajaran hafalan Al-Qur’an. Nilai-nilai pedagogis yang lahir dari tradisi tersebut juga masih memiliki relevansi bagi penguatan literasi digital yang menempatkan manusia sebagai pusatnya. Temuan ini menunjukkan bahwa warisan pendidikan Islam klasik tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan literasi di era digital.