Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Pemberian Asi dengan Sikap Ibu dalam Pencegahan Hiperbilirubin pada Bayi Baru Lahir di RSIA Karinda Husada Firdalia Musyarirotur Rizki; Tutik Ekasari; Riska Faraswati
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3884

Abstract

Pengetahuan ibu mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) memiliki peran penting dalam pembentukan sikap positif terhadap pencegahan hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Hiperbilirubin merupakan kondisi yang umum terjadi pada neonatus dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dengan sikap ibu dalam upaya pencegahan hiperbilirubin. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan dilaksanakan di RSIA Karinda Husada pada bulan Mei 2025. Jumlah sampel sebanyak 55 ibu yang baru melahirkan, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, yang kemudian melalui proses editing, coding, scoring, dan tabulating. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dengan pengetahuan baik mengenai pemberian ASI juga menunjukkan sikap yang baik dalam pencegahan hiperbilirubin, yaitu sebanyak 34 orang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pemberian ASI dengan sikap ibu dalam pencegahan hiperbilirubin dengan nilai ? = 0,000 (? < 0,05). Diharapkan adanya peningkatan edukasi dan penyuluhan kepada ibu-ibu pasca melahirkan mengenai pentingnya pemberian ASI secara optimal sebagai salah satu langkah dalam mencegah terjadinya hiperbilirubin pada bayi baru lahir.
Implementation of Physical Medical Record Storage System as the Basis for Integration with the Electronic Medical Record System (RME) Sri Inti; Riska Faraswati; Nikmatul Firdaus; Futri Januarti Aspandi; Enjelita Rambu
Research and Evidence on Knowledge in Administration and Management — Medical Electronic Data and Information Systems Vol. 1 No. 1 (2025): March, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/rekammedis.v1i1.291

Abstract

In the digitalization era, transforming Hospital Information Systems presents challenges in managing physical medical records, including limited digital infrastructure, unprepared human resources, and difficulties integrating manual systems with digital technologies. These challenges pose risks to data accuracy, accessibility, and patient safety during the shift toward more efficient and secure digital systems. Purpose: This study aims to evaluate the storage and management system of physical medical records amid the digitalization process and identify barriers and potential integration with digital systems. Method: A qualitative approach was used through a case study in a regional public hospital. Data were collected via in-depth interviews, observations, and document analysis. Results: Findings indicate that hospitals still rely on physical medical records due to limited infrastructure, cybersecurity concerns, and insufficient staff training. About 65% of respondents identified patient data protection as a major issue, while limited training reduced the effectiveness of electronic system implementation. Implications: The findings emphasize the need to strengthen IT capacity and provide ongoing staff training, supported by budgets for infrastructure and skill development. Conclusion: Although digitalization is inevitable, physical medical records remain essential during the transition. Integration can be achieved through hybrid systems using technologies such as barcode scanning to enhance data accuracy, efficiency, and security.