Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Riwayat Pernikahan Dini dengan Pengabaian Hak Ekonomi Wanita di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibanteng Kabupaten Situbondo Andriyani Andriyani; Yessy Nur Endah Sary; Tutik Hidayati
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3885

Abstract

Pernikahan dini merupakan permasalahan sosial yang masih sering terjadi di berbagai wilayah, terutama daerah pedesaan yang memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan keterbatasan kemampuan ekonominya termasuk di wilayah kerja Puskesmas Jatibanteng Kabupaten Situbondo. Pernikahan pada usia di bawah 19 tahun dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan bagi perempuan, salah satunya adalah pengabaian terhadap hak ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat pernikahan dini dengan pengabaian hak ekonomi wanita di wilayah kerja Puskesmas Jatibanteng Kabupaten Situbondo dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode cross-sectional. Sebanyak 31 responden wanita dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki riwayat pernikahan dini mengalami pengabaian hak ekonomi. Seluruh responden yang menikah dini sebagian besar mengalami pengabaian hak ekonomi wanita sebanyak 80,6%, sedangkan mereka yang menikah pada usia ?19 tahun cenderung tidak mengalami pengabaian hak ekonomi. Berdasarkan uji statistik chi-square, diketahui bahwa nilai p = 0,002 dengan ? <0,05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pernikahan dini dan pengabaian hak ekonomi wanita. Temuan ini memperkuat teori ketergantungan dalam perspektif feminis, yang menyatakan bahwa perempuan yang menikah di usia muda cenderung memiliki posisi yang lebih lemah secara sosial dan ekonomi dalam rumah tangga. Oleh karena itu, upaya pencegahan pernikahan dini menjadi sangat penting untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan hak-hak ekonominya. Dengan ini peneliti dapat disimpulkan bahwa semakin muda usia wanita pada saat menikah, maka semakin besar kemungkinan ia mengalami pengabaian terhadap hak-hak ekonomi dalam rumah tangga.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Motivasi Melakukan Vaksin Human Papillomavirus (HPV) Pada Wanita Usia Subur (WUS) di RS Mitra Medika Bondowoso Kartika Hesiana; Tutik Hidayati; Suhartin Suhartin
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3886

Abstract

Mortalitas yang tinggi akibat kanker servik disebabkan karena kurangnya pencegahan, vaksin HPV merupakan cara pencegahan awal untuk mencegah kanker servik pada perempuan. Namun dalam implementasinya menghadapi banyak halangan, dari biaya vaksin, penerimaan, kurangnya kesadaran dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan pengaruh dari pendidikan kesehatan dalam motivasinya terhadap vaksinasi HPV pada wanita usia subur di RS Mitra Medika. Penelitian ini menggunakan desain penelitian preeksperimental design dengan desain pengelompokan grup pre test dan post test. Populasi dari penelitian ini ada 135 responden. Sampling menggunakan teknik purposive random sampling, responden (kelompok yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi). Responden diberikan kuesioner lalu di Analisa, kemudian responden di beri pendidikan Kesehatan kemudian di Analisa ulang adakah pengaruh pendidikan Kesehatan terhadap motivasi vaksin HPV. Instrumen yang digunakan untuk mengukur motivasi menggunakan kuisioner. Data dianalisa menggunakan Wilcoxon dan Mann Whitney test dengan berpasangan. Uji yang digunakan untuk menguji ada tidaknya perbedaan rata-rata antara nilai pretest dan posttest, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi vaksin HPV sebelum dan sesudah diberi pendidikan kesehatan dengan p-value (0,285) lebih besar daripada p- ?(0,005) (p>?), tidak ada perbedaan motivasi untuk vaksin HPV setelah pendidikan kesehatan dengan p-value (p>?). Kesimpulan: pendidikan Kesehatan dengan leaflet tidak efektif untuk meningkatkan motivasi wanita usia subur terhadap vaksinasi Human Pappilomavirus(HPV).