Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Pola Asuh Ibu Tentang Pemberian Asi dan MP-Asi pada Balita Usia 6-24 Bulan dengan Kejadian Stunting di Desa Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Mutia Rahma Sidora; Sri Rezeki Pettalolo; Nensy Florence Damanik
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4024

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama, terutama pada anak usia 6–24 bulan di Indonesia dan secara khusus di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Rendahnya pengetahuan ibu dan pola asuh pemberian ASI serta MP-ASI berperan penting dalam meningkatnya risiko stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Tingkat pengetahuan dan pola asuh ibu tentang pemberian Asi dan Mp-Asi pada balita usia 6-24 bulan dengan kejadian Stunting di Desa Beka, kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 237 balita usia 6–24 bulan di Desa Beka, dengan jumlah sampel 149 ibu balita yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan, pola asuh pemberian ASI, dan pola asuh MP-ASI. Analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (nilai p=0,000), pola asuh pemberian ASI (nilai p=0,000), dan pola asuh pemberian MP-ASI (nilai p=0,000) dengan kejadian stunting pada balita usia 6–24 bulan. Ibu dengan pengetahuan kurang baik serta pola asuh yang tidak sesuai berisiko lebih tinggi memiliki anak stunting. Terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan ibu dan pola asuh pemberian ASI serta MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 6–24 bulan di Desa Beka. Puskesmas diharapkan meningkatkan edukasi dan pendampingan terkait pencegahan stunting, pemberian ASI, dan MP-ASI sesuai usia. Program Studi Gizi dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan pengembangan kegiatan edukasi. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas wilayah dan variabel penelitian.