Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Profil Faktor Risiko Penyakit Jantung Pada Pasien Dewasa di Puskesmas Amahai Kabupaten Maluku Tengah Risa Kardia F. Sahalessy; Andika Agus Artanto
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 2 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i2.4034

Abstract

Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Indonesia, dengan faktor risiko yang meningkat pada populasi dewasa dan lansia. Puskesmas sebagai fasilitas primer seringkali memiliki keterbatasan fasilitas diagnostik sehingga memerlukan sistem rujukan. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil faktor risiko penyakit jantung pada pasien dewasa yang berkunjung ke Puskesmas Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, serta menggambarkan temuan klinis dan hasil pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) sebagai dasar rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Penelitian ini menggunakan desain case report dengan pendekatan deskriptif. Subjek adalah seorang pasien dewasa yang datang berobat ke Puskesmas Amahai dengan keluhan kardiovaskular dan kemudian dirujuk ke rumah sakit karena keterbatasan fasilitas pemeriksaan dan penatalaksanaan di puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, telaah rekam medis, serta hasil pemeriksaan penunjang berupa elektrokardiogram. Pasien memiliki beberapa faktor risiko penyakit jantung, antara lain usia lanjut, riwayat hipertensi, serta dugaan gangguan irama jantung. Pemeriksaan EKG menunjukkan gambaran irama jantung tidak teratur yang mengarah pada fibrilasi atrium disertai kelainan gelombang T nonspesifik, deviasi aksis kanan sedang, serta pemanjangan interval QT. Berdasarkan temuan klinis dan EKG, pasien dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Kasus ini menunjukkan bahwa pasien dewasa yang datang ke Puskesmas Amahai dengan keluhan kardiovaskular umumnya memiliki beberapa faktor risiko utama penyakit jantung. Keterbatasan fasilitas diagnostik di puskesmas menjadikan sistem rujukan sebagai langkah penting dalam penatalaksanaan. Deteksi dini faktor risiko dan penguatan upaya promotif-preventif di layanan primer perlu ditingkatkan untuk menekan angka kejadian penyakit jantung di masyarakat.